Wednesday, October 24, 2007

27. lanjutan iDUL FITRI dan SATU SYAWAL

,
DISKUSI :
Sebaiknya ditentukan GARIS CAKRAWALA BULAN dan CAKRAWALA MATAHARI. , ,,,
Garis cakrawala bulan untuk perhitungan Qomariah sedang garis cakrawala matahari untuk Syamsiah. , ,,,

Garis cakrawala Bulan adalah ketinggian minimum dimana bulan mulai bisa dilihat dengan mata telanjang (sesuai jaman nabi). Atau bisa disebut nilai AMBANG LIHAT bulan.Ini bisa dicari dengan melakukan rukyat tiap bulan baru. sehingga bisa diketahui angka nilai ambang lihat bulan tsb. Dengan nilai CAKRAWALA BULAN ini dan hasil HISAB maka kita tidak ragu lagi kapan harus ber IDUL FITRI, ,
,,,
Kita tahu ada istilah nilai AMBANG DENGAR yaitu suara terlemah yang bisa didengar oleh orang dewasa muda. Yakni 0 dB. Ini lain dengan 0 tidak ada bunyi.
Demikian pula tinggi nilai AMBANG LIHAT BULAN bisa ditentukan sehingga BEDA dengan CAKRAWALA MATAHARI.Yang merupakan garis tenggelam nya matahari.

Dengan demikian bisa ditetapkan garis cakrawala QOMARIAH dimana LAIN dg cakrawala SYAMSIAH tenggelam nya matahari.

, ,,,Mungkin ini HIKMAH RUKYAH supaya umat islam beda cakrawala nya dengan umat lain yang menganut tahun syamsiah. Sehingga umat Islam punya garis ufuk sendiri yang tidak sama dg ufuk nya umat lain.
Kita berpakaian mirip saja di larang apalagi sama. misal laki memakai baju wanita. Jadi logis lah kalau cakrawala umat Islam / Hijrah lain dengan umat Masehi.

Itulah mungkin salah satu hikmah rukyat. Mungkin supaya kita ber cakrawala beda.
Janganlah kita meng illat kan hadis rukyat sehingga hadis itu batal. karena kita bisa terjebak meninggalkan / mengingkari sunah.
Kalau dengan illat2 makin banyak hukum2 agama yang di tinggalkan maka suatu ketika wajah islam bisa saja berubah. Kita harus selalu beragama sebagaimana yang dicontohkan nabi. Seandainya tidak cocok dengan keinginan kita artinya kita yang belum tahu mengapa aturan nya begitu. Bukan aturannya yang di salahkan lalu diganti.

Dengan hisab bisa sangat menolong rukyat tapi tetap hisab tidak bisa mengganti rukyat sebagaimana ketetapan hadisnya yang diakui ke shohehannya., ,,,

Semoga ini menjadi pemikiran kita semua. , ,,,
Itulah ijtihad saya mohon kritik dan saran.
,,,,
Wassalam
dr H Indro Saswanto SpTHT,
,,,Jogja 3 syawal 1428 h
,indosas@gmail.com

7 comments:

Leopold said...

Kita harus selalu beragama sebagaimana yang dicontohkan nabi. Seandainya tidak cocok dengan keinginan kita artinya kita yang belum tahu mengapa aturan nya begitu. Bukan aturannya yang di salahkan lalu diganti.

Saya mendapat kesan dengan kalimat di atas bahwa nabi itu tak ada salahnya, alias sempurna sehingga tak perlu ditelaah dan dipertanyakan.

Hanya Allah yang sempurna, nabi bagaimanapun adalah manusia yang tak mungkin sempurna 100%.

Contoh ketidak sempurnaan seorang nabi;
1. Nabi Ibrahim (Yang dijuluki sebagai BAPAK ORANG BERIMAN)
KEJ 12:10 Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
KEJ 12:11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
KEJ 12:12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
KEJ 12:13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."
KEJ 12:14 Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
KEJ 12:15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
KEJ 12:16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
KEJ 12:17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
KEJ 12:18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
KEJ 12:19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!"

2. Nabi Daud (Penulis sebagian besar KITAB ZABUR)
2SAM 11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
2SAM 11:3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
2SAM 11:4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
2SAM 11:5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."
2SAM 11:6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
2SAM 11:7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.
2SAM 11:8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.
2SAM 11:9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.
2SAM 11:10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya." Lalu berkatalah Daud kepada Uria: "Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?"
2SAM 11:11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!"
2SAM 11:12 Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya
2SAM 11:13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
2SAM 11:14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
2SAM 11:15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."
2SAM 11:16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa.
2SAM 11:17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
2SAM 11:18 Kemudian Yoab menyuruh orang memberitahukan kepada Daud jalannya pertempuran itu.

2SAM 11:22 Lalu pergilah suruhan itu dan sesampainya ia memberitahukan kepada Daud segala yang diperintahkan Yoab kepadanya.
2SAM 11:23 Suruhan itu berkata kepada Daud: "Orang-orang itu lebih kuat dari pada kami dan keluar menyerang kami di padang. Tetapi kami mendesak mereka kembali sampai ke lobang pintu gerbang.
2SAM 11:24 Pada waktu itu pemanah-pemanah menembak kepada hamba-hambamu dari atas tembok, sehingga beberapa dari hamba raja mati; juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati."
2SAM 11:25 Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: "Beginilah kaukatakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah kau harus kuatkan hatinya!"
2SAM 11:26 Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu.
2SAM 11:27 Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.


Sebesar-besarnya seorang nabi, tetaplah dia seorang manusia yang tak bisa menyamai kesempurnaan Allah, dalam ke"kurang sempurna"annya, bisa ada salah dan cela.

Indro Saswanto said...

Terima kasih atas kunjungannya ke blog kami.
Dalam iman Islam ''segala PERIBATAN harus sesuai dg yg diperintahkan Quran atau ada contoh dari nabi Muhammad (hadis) . Kalau tidak ada maka ibadah itu tertolak'' bahkan berdosa.
Itu hukum diagama Islam.
Quran dan hadis (segala perkataan dan perbuatan nabi ) adalah Hukum bagi orang muslim. dan diimani kebenarannya.
Manusia sebagai mahluk hidup boleh mengimani boleh tidak bagi Allah tidak ada kerugian sama sekali. Kerugian ada pada manusia itu sendiri.
Baca judul YAKIN di blok saya.
Mengenai kekristenan (ajaran Paulus) dan keislaman.. itu memang sangat brbeda tidak bisa disamakan karena perbedaan konsep dasar. Itu mengapa tidak bisa didiskusikan. Sehingga di Islam sendiri ada konsep ''la kum dinukum wa liyadien''.. artinya agamamu agamamu...agamaku agamaku..
Terimakasih.
Semoga anda lebih banyak lagi mempelajari islam bukan berdasar interpretasi logika anda karena agama mempunyai interpretasi logika tersendiri. thx
Balasan mohon ke indosas@gmail.com.

Leopold said...

Maaf Pak Indro, saya menulis lagi di Blog ini, karena dorongan di hati saya terus mendorong saya untuk menulis lagi, walaupun sebenarnya saya sendiri tak ingin meneruskan pembicaraan ini setelah membaca tanggapan Pak Indro yang menurut saya agak "emosional"

Ada satu contoh lagi yang mau saya tampilkan yaitu dari Yesus Kristus yang dalam Quran disebut Isa Al Masih (=Yang diurapi= Mesias)
Dalam kitab Injil Lukas dituliskan sbb:

LUK 18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
LUK 18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

Yesus Kristus, Al Masih Isa ibnu Maryama yang adalah:
- Rasulu Allahi
- Kalimatuhu
- Ruhun minhu
waktu menjalani hidup di dunia ini sebagai manusia tak mau disebut BAIK , karena hanya Allah saja yang patut disebut baik

Ada banyak hal yang bisa dibahas dari kutipan diatas, tapi saya menyudahi tulisan ini disini saja, karena khawatir dianggap memakai interpretasi logika saya sendiri

Indro Saswanto said...

Luk 18:19 adalah pengakuan Yesus bahwa dia tidak baik/ tidak suci dan menunjukkan bahwa dia itu manusia biasa bukan tuhan. Terjemahan bebasnya : siapa yang mengatakan aku tanpa dosa? yang suci itu hanya Allah dan saya bukan Allah ataupun bagiannya.

Indro Saswanto said...

Luk 18:19 adalah pengakuan Yesus bahwa dia tidak baik/ tidak suci dan menunjukkan bahwa dia itu manusia biasa bukan tuhan. Terjemahan bebasnya : siapa yang mengatakan aku tanpa dosa? yang suci itu hanya Allah dan saya bukan Allah ataupun bagiannya.

Indro Saswanto said...

Silahkan kontak.di indosas
@gmail.com

Anonymous said...

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja." (Mark 13:32)

Ayat alkitab tidak menyata tentang Yesus tidak memberitahu soal hari kiamat, tapi jelas menyatakan dia tidak tahu . Maka persoalan timbul , apakah tiga tuhan sama darjatya? atau Sang bapa sahaja yang teragung memandang kan pengetahuan sang bapa melangkaui Yesus?

Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah (Sang bapa?) saja. (Mark 10:18)

Jelas Yesus bukan Allah dan tidak setanding Allah