Surat (3)
cucu cucu ku.
benar apa yang telah disampaikan udheg2 gantung sewur. Persoalan sexualitas pada manula kadang menimbulkan problem tersendiri bagi si manula itu sendiri maupun bagi keluarganya. opo maneh yen si manula iku salah nggone nerapake ngelmu ngaurip nong awake deke.
cucuku.
perlu kiranya cucu mengetahui, secara ngelmu kejawen ilmu ngaurip iku di bedakno patang perangan.
pertama 'ngelmu kasmaran' yaitu ilmunya orang2 yang berusia 20 sampai 30an. dimana yang terpikir didalam otaknya hanya seputar asmaraa saja. bagaimana menggaet cewek ini cowok itu dlsb.
dengan bertambahnya umur,ketika usia antara 30 - 50an akan berganti ilmu yakni 'ngelmu kadigdayaan' yaitu tentang kekuatan, kedudukan, kekuasaan dll yang kesemuanya berhubungan dengan otot logika dan ngotot.
sabanjure mlebu 50-60 wis mlebu 'ngelmu kamulyan'. semuanya yang berhubungan materi sudah ditangan. maka dicarilah kemuliaan, kedudukan yang tinggi, derajat dimasyarakat, mempertahankan kewibawaannya lsp.
lha kalau sudah masuk manula, alias umur wis munggah sweetdak, ilmune ganti 'ngelmu kasampurnan'. yoiku nggolek dalan padang.... amit2 ojo ngantek ono ing umur2 semene isih nekuni ngelmu kasmaraan terus. woouu donya biso kuwalik. bisa2 malah menambah dosa yang telah berjibun sak gunung.
'dooosaa' cucucucuku.
doosa iku gawat keliwat liwat.
kowe kabeh isih kelingan to. critane mbahmu nabi adam. beliaunya baru berdosa 'sekali' saja dalam hidupnya sudah dikeluarkan dari sorga. itu pun gara2 hanya makan buah kuldi. bayangkan cucucucuku. mbahmu iku mung dosa sepisan tok lo ya. wis ditokno saka suwargo. lha padahal pada diri kita ini telah melekat 'ribuan kali' doosa bahkan mungkin 'jutaan kali'. lalu apa pantas kita masuk sorga.
cucucucuku.
syahdan gara2 dosa yang 'sekali itu' mbahmu nabi adam minta ampun, istigfar, sampai '40 tahun' tidak henti2... robbana ndolamna amfusana wa inlam taghfirlana watarchamna lanakunanna minal chosirin... dia menyesali perbuatan dosanya yang hanya sekali itu dan tidak mengulanginya lagi. bayangkan.. sampe 40 tahun beliau berdzikir, istighfar, untuk minta ampun.
tetapi... sebaliknya cucucuku,
kita telah berbuat dosa lebih dari 40 ,50, bahkan 60 tahun tapi kalau dihitung berapa kali istighfarnya? mungkin kita cuman istighfar 'sekali'. bahkan barangkali malah tidak pernah sama sekali. halak kebangetan..... nggih napa nggih cucuku.
ya udah cucu.
kembali ke ngelmune para manula tadi. ngelmu kasampurnan. yokuwi ngelmu golek dalan padang, kanggo sangu perjalanan yang panjang di akerat nanti, yangmana perjalanan itu pasti akan kita lewati dengan berbagai kesulitan dan kesengsaraan yang luaar biasa. panas. tidak ada air tidak ada tempat berteduh. kita harus ngantre untuk mendapat giliran mempertanggung jawabkan semua perbuaatan kita selama didunia. dan selanjutnya akan ditimbang perbuatan baiknya dibanding dosa2nya. yang ujung2nya hasilnya akan menjadi tiket untuk masuk neraka atau sorga.
untuk itu.. cucucucuku mari kita cari bekal sedari muda untuk mengahadapi masa2 yang sangat sulit itu.
cucucucuku.
kiranya surat yangkung telah cukup panjang, jadi yangkung sudahi sekian dulu. selamat belajar cucuku, selamat berjuang semoga sukses donya akerat.
wassalam.
jombang medio 2010.
yangkung.
Friday, July 23, 2010
Monday, June 7, 2010
174. surat... (2)
Surat (2)
Yangkung yang tercinta.
Perkenankan saya menyampaikan pada Yangkung bahwa pada penelitian ahir2 ini didapatkan banyak golongan manula yang masih aktif menjalankan aktifitas sexual, dan biasanya mereka tidak melakukanya hanya karena dikendalai masalah kesehatan atau ketiadaan pasangan.. seperti pada manula wanita yang ditinggal mati suaminya. mereka kebanyakan lebih sulit untuk menemukan pasangan hidup lagi.
Penurunan aktivitas sexual pada manula biasanya disebabkan karena gangguan hormonal, pembuluh darah, serta persarafan dimana fungsi dan kapasitasnya semakin berkurang secara perlahan2.
Namun demikian Yaang, desire atau keinginan bisa saja masih menyala2, tetapi penggairahan biasanya sudah berkurang.. ereksi kurang kuat testosteron mulai menurun, fase orgasmik pun berkurang.. baik frekwensi kontraksi maupun volume ejakulat, dan yang terahir masa refrakter atau timbulnya ereksi kembali juga semakin lama.
Pak Hd Martono seorang pakar geriatrie mengatakan bahwa masalah sexual pada manula banyak mengalami hambatan baik dari luar maupun dari dirinya sendiri.
Hambatan external biasanya diakibatkan pandangan sosial, yang masih banyak mengatakan bahwa perbuatan sexual pada manula sebagai "perbuatan yang tidak layak". Apalagi wanita manula yang sudah menjanda, jika mau menikah dengan pasangan yang lebih muda akan menjadi celaan masyarakat. belum lagi masalah tentangan dari keluarga yang menyangkut harta, warisan dan lain2 sehingga akan menjadikan semakin komplex masalah.
Mungkin akan lebih mudah bagi pria manula yang kayaraya dia akan lebih leluasa dan termaklumi oleh masarakat jika dia menikah lagi dengan wanita yang masih lebih muda.
Selain itu faktor intrinsik juga sangat berpengaruh dimana para manula sudah kurang PD lagi dengan kemampuannya sehingga mengurangi kedigdayaannya.
Yangkung... demikian cerita dari hasil penelusuran saya, tapi rasa2nya Yaaang seorang manula akan lebih mudah melewati sisa2 hidup ini kalau diisi dengan hal2 yang bermanfaat dan tidak beresiko menimbulkan berbagai masalah.
Yangkung... yang rajin ya baca quran, solat malam, berdzikir sukur2 masih kuat berpuasa, perbanyak berinfak zakat dan sodakoh, menolong sesama, insyaallah sisa2 hidup yangkung akan tenteram dan lebih bahagia bersama anak cucu buyut dan canggah wareng. amiiin.
Yangkuuung.... Achirnya saya sudahi surat saya ini ... dan lain kali insyaallah saya sambung lagi dengan berbagai persoalan yang lebih menarik....
Wassalam.
dari
udeg2 gantung sewur.
Yangkung yang tercinta.
Perkenankan saya menyampaikan pada Yangkung bahwa pada penelitian ahir2 ini didapatkan banyak golongan manula yang masih aktif menjalankan aktifitas sexual, dan biasanya mereka tidak melakukanya hanya karena dikendalai masalah kesehatan atau ketiadaan pasangan.. seperti pada manula wanita yang ditinggal mati suaminya. mereka kebanyakan lebih sulit untuk menemukan pasangan hidup lagi.
Penurunan aktivitas sexual pada manula biasanya disebabkan karena gangguan hormonal, pembuluh darah, serta persarafan dimana fungsi dan kapasitasnya semakin berkurang secara perlahan2.
Namun demikian Yaang, desire atau keinginan bisa saja masih menyala2, tetapi penggairahan biasanya sudah berkurang.. ereksi kurang kuat testosteron mulai menurun, fase orgasmik pun berkurang.. baik frekwensi kontraksi maupun volume ejakulat, dan yang terahir masa refrakter atau timbulnya ereksi kembali juga semakin lama.
Pak Hd Martono seorang pakar geriatrie mengatakan bahwa masalah sexual pada manula banyak mengalami hambatan baik dari luar maupun dari dirinya sendiri.
Hambatan external biasanya diakibatkan pandangan sosial, yang masih banyak mengatakan bahwa perbuatan sexual pada manula sebagai "perbuatan yang tidak layak". Apalagi wanita manula yang sudah menjanda, jika mau menikah dengan pasangan yang lebih muda akan menjadi celaan masyarakat. belum lagi masalah tentangan dari keluarga yang menyangkut harta, warisan dan lain2 sehingga akan menjadikan semakin komplex masalah.
Mungkin akan lebih mudah bagi pria manula yang kayaraya dia akan lebih leluasa dan termaklumi oleh masarakat jika dia menikah lagi dengan wanita yang masih lebih muda.
Selain itu faktor intrinsik juga sangat berpengaruh dimana para manula sudah kurang PD lagi dengan kemampuannya sehingga mengurangi kedigdayaannya.
Yangkung... demikian cerita dari hasil penelusuran saya, tapi rasa2nya Yaaang seorang manula akan lebih mudah melewati sisa2 hidup ini kalau diisi dengan hal2 yang bermanfaat dan tidak beresiko menimbulkan berbagai masalah.
Yangkung... yang rajin ya baca quran, solat malam, berdzikir sukur2 masih kuat berpuasa, perbanyak berinfak zakat dan sodakoh, menolong sesama, insyaallah sisa2 hidup yangkung akan tenteram dan lebih bahagia bersama anak cucu buyut dan canggah wareng. amiiin.
Yangkuuung.... Achirnya saya sudahi surat saya ini ... dan lain kali insyaallah saya sambung lagi dengan berbagai persoalan yang lebih menarik....
Wassalam.
dari
udeg2 gantung sewur.
Tuesday, April 27, 2010
173. Surat.
173. Surat..
Buat eyang kakung..
Yang..., tidak terasa usia kita sudah melewati waktu asar bahkan sudah menjelang maghrib. Rasanya baru kemarin kita bersama2 mencuri buah terong muda dikebun sekolah rakyat, yang kita sendiri menanamnya, atau kita masih ingat ketika sering mancing bersama2 di kali cluwek dan sungai kedung putri. Baru kemarin sore yang.. bagai mimpi indah yang telah kita lewati.
Yangkung.. sepanjang2 usia manusia, kita tidak akan bisa melawan usia 'bulus' yang konon bisa mencapai 200 tahun, 130th paling top yang bisa manusia capai. Memang rival yang bisa kita hadapi paling2 cuman kecoa dengan usia max 1th, ataupun tikus 5th, kakaktua, gajah 70th, kokokbelook 68th, kuda 62th, bangau 35th, kucing 30th, sapi 20 th, ayam 14th, nyamuk 5 bulan, atau bahkan cuma lalat yang 70 hari.
Yang..... harapan hidup orang jepangpun cuman 76th buat yangkung dan 82th buat yangti.
Eyang yang baik...
Ternyata sel2 tubuh kita sudah diset seperti timer pembatas waktu, begitu diputar dia akan berjalan dan berjalan menuju ke kematian. Bagaimanapun timer kita hanya bisa sampai segitu tidak akan lebih...
Bahkan yang... karena kita ini kurang gerak dan banyak makan.. timer tadi bisa lebih cepat finish.
Konon hewan2 yang hidup di alam bebas usianya rata2 lebih panjang daripada yang dikurung didalam sangkar emas penuh makanan. Begitu juga pejuang2 veteran gerilyawan yang lari kesana kemari dan terpaksa harus puasa usia mereka lebih panjang dan mereka menghadapi usia tua lebih happy serta bebas dari macam2 penyakit.
EYang yang baik... diusia senja ini berbagai macam penyakit sudah menghadang kita.. apalagi kalau kitak kurang gerak dan banyak makan seperti tadi. Penyakit2 macam hypertensi, diabet, sklerosis pembuluh darah, koroner, stroke, serta tulang keropos, belum lagi prostat, ginjal serta lever semuanya mengalami kemunduran dan kelelahan. Mata, telinga, gigi akan menyerah satu demi satu. Dan lebih tragis lagi senjata utama kita akan tunduk lesu menyerah bertekuk lutut.
Yang... Itulah... gambaran masa depan yang akan kita lalui. Dian akan semakin padam sinar semakin redup dan ahirnya lenyap tenggelam tak bersinar lagi.
Sekian......
Semoga eyang tetap tahes, dan rajin mencari bekal untuk menjalani kehidupan dialam yang abadi.. yang berbeda dengan alam dunia yang fana ini.
amiennn. wassalam
Buat eyang kakung..
Yang..., tidak terasa usia kita sudah melewati waktu asar bahkan sudah menjelang maghrib. Rasanya baru kemarin kita bersama2 mencuri buah terong muda dikebun sekolah rakyat, yang kita sendiri menanamnya, atau kita masih ingat ketika sering mancing bersama2 di kali cluwek dan sungai kedung putri. Baru kemarin sore yang.. bagai mimpi indah yang telah kita lewati.
Yangkung.. sepanjang2 usia manusia, kita tidak akan bisa melawan usia 'bulus' yang konon bisa mencapai 200 tahun, 130th paling top yang bisa manusia capai. Memang rival yang bisa kita hadapi paling2 cuman kecoa dengan usia max 1th, ataupun tikus 5th, kakaktua, gajah 70th, kokokbelook 68th, kuda 62th, bangau 35th, kucing 30th, sapi 20 th, ayam 14th, nyamuk 5 bulan, atau bahkan cuma lalat yang 70 hari.
Yang..... harapan hidup orang jepangpun cuman 76th buat yangkung dan 82th buat yangti.
Eyang yang baik...
Ternyata sel2 tubuh kita sudah diset seperti timer pembatas waktu, begitu diputar dia akan berjalan dan berjalan menuju ke kematian. Bagaimanapun timer kita hanya bisa sampai segitu tidak akan lebih...
Bahkan yang... karena kita ini kurang gerak dan banyak makan.. timer tadi bisa lebih cepat finish.
Konon hewan2 yang hidup di alam bebas usianya rata2 lebih panjang daripada yang dikurung didalam sangkar emas penuh makanan. Begitu juga pejuang2 veteran gerilyawan yang lari kesana kemari dan terpaksa harus puasa usia mereka lebih panjang dan mereka menghadapi usia tua lebih happy serta bebas dari macam2 penyakit.
EYang yang baik... diusia senja ini berbagai macam penyakit sudah menghadang kita.. apalagi kalau kitak kurang gerak dan banyak makan seperti tadi. Penyakit2 macam hypertensi, diabet, sklerosis pembuluh darah, koroner, stroke, serta tulang keropos, belum lagi prostat, ginjal serta lever semuanya mengalami kemunduran dan kelelahan. Mata, telinga, gigi akan menyerah satu demi satu. Dan lebih tragis lagi senjata utama kita akan tunduk lesu menyerah bertekuk lutut.
Yang... Itulah... gambaran masa depan yang akan kita lalui. Dian akan semakin padam sinar semakin redup dan ahirnya lenyap tenggelam tak bersinar lagi.
Sekian......
Semoga eyang tetap tahes, dan rajin mencari bekal untuk menjalani kehidupan dialam yang abadi.. yang berbeda dengan alam dunia yang fana ini.
amiennn. wassalam
Saturday, April 17, 2010
172. Banggaku.
172. Banggaku
Sobat, bayangkan aku sedang berada di negeri jiran, entah itu di ngalengko jodipati brunei meleisa ataupun yang lain. Kemudian sobat melihat aku sedang menonton tv bersama2 penduduk setempat. Maka bagaimana perasaanku, sobat, saat itu?.
Sobat bisa melihat darisana, setiap saat, setiap jam sepanjang hari sepanjang minggu, bahkan sepanjang tahun, nampak dilayarkaca / lcd orang2 bertengkar, baku hamtam, baku tusuk dan pukul pakai bambu (runcing), saling lempar batu, dipenuhi umpatan2 kotor, terjadi dimana2, saling dorong saling tendang antar penduduk, dengan petugas negara,..... pada saat itu disuguhkan pula perdebatan2 politik yg sangat sarat kepentingan2 kelompok dan golongan, hukum mengalahkan moral dan etika. juga tersaji peristiwa2 perampokan, perkosaan, penyuapan, perusakan2 kampus, bentrok antar suku, pembakaran kendaraan, dan lain2 tindakan2 brutal, amoral bahkan asusila, pemukulan2 didalam kampus. pendeknya penuh dengan tayangan tindakan primitif barbar dan norak dari sodara2 kita. Lalu
bagaimana dengan predikat kita yang merasa sok suci, sebagai bangsa beradab, penuh adat ketimuran, lemah lembut, sopian santun, tenteram, damai, daan... selalu "diiipuuja2 bangsaaa". Masih adakah predikat yang mulia seperti itu?
Kita bisa saja bilang ah itu kan hanya perilaku sebagian kecil manusia, masih banyak penduduk negeri ini yang baik2 yang jauh dari perilaku seperti tergambar diatas. Namun mari kita bertanya pada diri sendiri sebagai orang yang mengaku sebagai orang masih baik, sebaik apakah diri kita, kalau merasa bersih sebersih apa diri kita. yang jelas.. pasti tidak sebaik dan sebersih apa yang pernah kita rasakan sewaktu kita masih kecil, sewaktu kita masih duduk dibangku sd smp maupun sma atau sewaktu masih kuliah sekalipun, dimana kehidupan masih terbayang indah tanpa kecurangan2 tanpa keserakah2an, tanpa kekotoran2, tanpa kebrutalan2. Dunia nampak bening jernih indah penuh rona2 seperti dalam dunia impian. Namun kini kenyataannya dunia kita adalah jauh dari impian. Bangsa ini telah berlumur lumpur materialistik yang sangat dalam, menenggelamkan impian2 indah serta idealisme2 sebagai bangsa yang luhur.
Lalu masih bisakah kita berbangga untuk membanggakan diri kepada tetangga2 kita?
Sebagai bangsa yang kaya (tetapi) kaya dari hasil utang sana utang sini, gali lobang tutup lobang, jual ini gadai itu. Dan kesemuanya itu materialistik yang hanya fatamorgana belaka.
Masih bisa banggakah diriku?
Ataukah malu besar yang muncul diharibaanku?
Hanya nurani lah yang bisa menjawabnya...sobaat...
Sobat, bayangkan aku sedang berada di negeri jiran, entah itu di ngalengko jodipati brunei meleisa ataupun yang lain. Kemudian sobat melihat aku sedang menonton tv bersama2 penduduk setempat. Maka bagaimana perasaanku, sobat, saat itu?.
Sobat bisa melihat darisana, setiap saat, setiap jam sepanjang hari sepanjang minggu, bahkan sepanjang tahun, nampak dilayarkaca / lcd orang2 bertengkar, baku hamtam, baku tusuk dan pukul pakai bambu (runcing), saling lempar batu, dipenuhi umpatan2 kotor, terjadi dimana2, saling dorong saling tendang antar penduduk, dengan petugas negara,..... pada saat itu disuguhkan pula perdebatan2 politik yg sangat sarat kepentingan2 kelompok dan golongan, hukum mengalahkan moral dan etika. juga tersaji peristiwa2 perampokan, perkosaan, penyuapan, perusakan2 kampus, bentrok antar suku, pembakaran kendaraan, dan lain2 tindakan2 brutal, amoral bahkan asusila, pemukulan2 didalam kampus. pendeknya penuh dengan tayangan tindakan primitif barbar dan norak dari sodara2 kita. Lalu
bagaimana dengan predikat kita yang merasa sok suci, sebagai bangsa beradab, penuh adat ketimuran, lemah lembut, sopian santun, tenteram, damai, daan... selalu "diiipuuja2 bangsaaa". Masih adakah predikat yang mulia seperti itu?
Kita bisa saja bilang ah itu kan hanya perilaku sebagian kecil manusia, masih banyak penduduk negeri ini yang baik2 yang jauh dari perilaku seperti tergambar diatas. Namun mari kita bertanya pada diri sendiri sebagai orang yang mengaku sebagai orang masih baik, sebaik apakah diri kita, kalau merasa bersih sebersih apa diri kita. yang jelas.. pasti tidak sebaik dan sebersih apa yang pernah kita rasakan sewaktu kita masih kecil, sewaktu kita masih duduk dibangku sd smp maupun sma atau sewaktu masih kuliah sekalipun, dimana kehidupan masih terbayang indah tanpa kecurangan2 tanpa keserakah2an, tanpa kekotoran2, tanpa kebrutalan2. Dunia nampak bening jernih indah penuh rona2 seperti dalam dunia impian. Namun kini kenyataannya dunia kita adalah jauh dari impian. Bangsa ini telah berlumur lumpur materialistik yang sangat dalam, menenggelamkan impian2 indah serta idealisme2 sebagai bangsa yang luhur.
Lalu masih bisakah kita berbangga untuk membanggakan diri kepada tetangga2 kita?
Sebagai bangsa yang kaya (tetapi) kaya dari hasil utang sana utang sini, gali lobang tutup lobang, jual ini gadai itu. Dan kesemuanya itu materialistik yang hanya fatamorgana belaka.
Masih bisa banggakah diriku?
Ataukah malu besar yang muncul diharibaanku?
Hanya nurani lah yang bisa menjawabnya...sobaat...
Saturday, November 21, 2009
171. senyum itu
171. Senyum itu
senyum lebar tampak menghias wajah. senyum penuh makna. sulit ditebak apa maunya. dibuat2 dan nampak memuakkan. bagimana tidak. dalam ajang diskusi. senyum mestinya membawa makna isi hati. namun apa yang terjadi. senyum terlepas tiada arti. kemarahan dibungkus dengan senyum. kebencian di kemas dengan senyum. ironis. kepedihan pun diekspresikan dengan senyum. sungguh tragedi yang memilukan. persoalan besar yang semestinya dihadapi dengan penuh keseriusan di sajikan dengan senyum cengengessan. wajah dibungkuk2kan agar nampak sopan. hakekatnya menusuk dengan pedang bermata dua. sangat nggegirisi.
diplomasi senyum sungguh menyesatkan. sulit ditebak kemana arah tujuan. bak ombang ambing ditengah badai samodra. persis senyuman 'can i help you'. sungguh senyum yang memuakkan. senyum diumbar diobral mengaburkan makna. itu barangkali yang disebut senyum diplomasi. senyum komersiel. senyum politis. senyum topeng. senyum penuh kemunafikan.
begitu melencengkah makna sebuah senyum. di jaman milenium ini? dulu ada senyum kecut, senyum manis, senyum pahit, senyum bahagia, senyum tulus dari lubuk hati. sekarang merebak senyum diplomasi, senyum politis, senyum komersil, senyum clelekan, senyum topeng, senyum bau kemunafikan.....☺
senyum lebar tampak menghias wajah. senyum penuh makna. sulit ditebak apa maunya. dibuat2 dan nampak memuakkan. bagimana tidak. dalam ajang diskusi. senyum mestinya membawa makna isi hati. namun apa yang terjadi. senyum terlepas tiada arti. kemarahan dibungkus dengan senyum. kebencian di kemas dengan senyum. ironis. kepedihan pun diekspresikan dengan senyum. sungguh tragedi yang memilukan. persoalan besar yang semestinya dihadapi dengan penuh keseriusan di sajikan dengan senyum cengengessan. wajah dibungkuk2kan agar nampak sopan. hakekatnya menusuk dengan pedang bermata dua. sangat nggegirisi.
diplomasi senyum sungguh menyesatkan. sulit ditebak kemana arah tujuan. bak ombang ambing ditengah badai samodra. persis senyuman 'can i help you'. sungguh senyum yang memuakkan. senyum diumbar diobral mengaburkan makna. itu barangkali yang disebut senyum diplomasi. senyum komersiel. senyum politis. senyum topeng. senyum penuh kemunafikan.
begitu melencengkah makna sebuah senyum. di jaman milenium ini? dulu ada senyum kecut, senyum manis, senyum pahit, senyum bahagia, senyum tulus dari lubuk hati. sekarang merebak senyum diplomasi, senyum politis, senyum komersil, senyum clelekan, senyum topeng, senyum bau kemunafikan.....☺
Tuesday, August 25, 2009
170. mister gimbal
170. Mister Gimbal
Mulanya aku tidak tahu orang itu siapa dan akupun tidak tertarik sama sekali untuk mengenalnya. Cuman di akhir2 bulan lalu setiap aku buka tv selalu saja muncul manusia tua itu dengan dandanan gembel dan rambut gimbal serta penampilan dongo' seperti orang2 kurang waras. Amit2 nggilani. Bagiku dia saat itu tidak menarik sama sekali. Yang terbayang olehku baunya pasti menyengat bikin orang kehilangan selera makan, karenanya, setiap makluk itu muncul di tv, chanel pasti saya pindahkan. Rasanya sayang mata ini untuk melihatnya.
Suatu ketika anak pegawai saya yang masih kecil, usia 4 tahun, menyanyikan sebuah lagu. Lagu itu sangat lucu bagiku, tak gendhong2 kemana2.... where are you going oh my daarrling.....sambil joged2. Lalu oleh isteriku si kecil tadi ditanya 'nyanyi lagu apa itu?' 'Lagunya mbah Surip' jawab si anak tadi..
Saya tanya ke istriku mbah Surip? sopo to?
Alach...Itu lho yang sering muncul di tv..
Ooo yang gimbal tua itu ta? Walah2 walah..
Sejak saat itu aku selalu mengejar2 tampilannya di tv serta aku ingin mengenal lebih jauh tentang mbah Surip. Aku mulai tertarik dengan lagu2 nya. Apalagi setelah beliaunya mendadak meninggal dunia, saya jadi tambah ngefans dan mencari rekaman2 beliau, sampai2 aku menelusurinya di dunia maya dan pada achirnya saya menemukan lagu nya yang sederhana tapi kocak dengan judul 'enak enak keenakan'. Menurut saya lagu itu memang enak didengar apalagi untuk pengiring senam pagi setelah bangun tidur.
Bangun tidur terus mandi, tidak lupa senam pagi..kalo lupaaa ... ya tidur lagi.
Okey... slamat jalan mbah Surip.......
I love U full.
Mulanya aku tidak tahu orang itu siapa dan akupun tidak tertarik sama sekali untuk mengenalnya. Cuman di akhir2 bulan lalu setiap aku buka tv selalu saja muncul manusia tua itu dengan dandanan gembel dan rambut gimbal serta penampilan dongo' seperti orang2 kurang waras. Amit2 nggilani. Bagiku dia saat itu tidak menarik sama sekali. Yang terbayang olehku baunya pasti menyengat bikin orang kehilangan selera makan, karenanya, setiap makluk itu muncul di tv, chanel pasti saya pindahkan. Rasanya sayang mata ini untuk melihatnya.
Suatu ketika anak pegawai saya yang masih kecil, usia 4 tahun, menyanyikan sebuah lagu. Lagu itu sangat lucu bagiku, tak gendhong2 kemana2.... where are you going oh my daarrling.....sambil joged2. Lalu oleh isteriku si kecil tadi ditanya 'nyanyi lagu apa itu?' 'Lagunya mbah Surip' jawab si anak tadi..
Saya tanya ke istriku mbah Surip? sopo to?
Alach...Itu lho yang sering muncul di tv..
Ooo yang gimbal tua itu ta? Walah2 walah..
Sejak saat itu aku selalu mengejar2 tampilannya di tv serta aku ingin mengenal lebih jauh tentang mbah Surip. Aku mulai tertarik dengan lagu2 nya. Apalagi setelah beliaunya mendadak meninggal dunia, saya jadi tambah ngefans dan mencari rekaman2 beliau, sampai2 aku menelusurinya di dunia maya dan pada achirnya saya menemukan lagu nya yang sederhana tapi kocak dengan judul 'enak enak keenakan'. Menurut saya lagu itu memang enak didengar apalagi untuk pengiring senam pagi setelah bangun tidur.
Bangun tidur terus mandi, tidak lupa senam pagi..kalo lupaaa ... ya tidur lagi.
Okey... slamat jalan mbah Surip.......
I love U full.
Thursday, June 4, 2009
169. Titel / gelar
Titel / gelar
Masyarakat kita hingga masa kini masih sangat mengagung2kan gelar. Hal ini sudah berlangsung sejak jaman kolonial, dimana seseorang yang menyandang gelar entah gelar kebangsawanan ataupun gelar akademik mereka sangat dihormati dan disanjung2. Tak heran... oleh karena itulah orang berlomba2 mencari gelar bahkan tak segan2 membelinya atau malahan lebih jauh lagi memalsukannya. Memang perbuatan2 tidak terpuji itu hanyalah merupakan ekses dari keadaan diatas namun ahir2 ini cukup merisaukan atau paling tidak membuat banyak orang memprihatinkannya. Bayangkan hanya dengan cara2 instan orang dengan mudahnya mendapatkan gelar (akademik) yang begitu bergengsi mulai S1 S2 bahkan S3 malahan kalau saja ada S7 pun mungkin akan bisa diperoleh dengan mudah.
Dengan semakin carut marutnya dunia per'gelar'an tadi gimana ya kalau yang namanya 'gelar' atau 'titel' itu dihapus saja dari bumi nusantara ini?.
Suatu hal yang mustahil. Tapi nampaknya kalau hal ini terlaksana maka orang tidak perlu lagi gagah2an dengan gelar dan pada ahirnya orang tidak akan mengejar2 gelar lagi dengan cara2 yang tidak terpuji dan tingkat pendidikan akan berjalan lebih baik lagi. Buktinya pendidikan setingkat SD SMP SMA yang notabene tanpa gelarpun berjalan baik sebagaimana mestinya.
Juga menjadi pertanyaan kita semua... utamanya saya... Mungkinkah persoalan2 gelar itu tadi merupakan gejala 'kenakalan' orang tua?, ( karena pelaku2nya rata2 adalah para orang tua yang sudah mapan serta mempunyai pekerjaan tetap)... dan dipenutup tulisan ini muncul pula uneg2 dalam hati saya.... Kalau saja dinegeri ini ada UUaG atau UU anti gelar maka..........
Masyarakat kita hingga masa kini masih sangat mengagung2kan gelar. Hal ini sudah berlangsung sejak jaman kolonial, dimana seseorang yang menyandang gelar entah gelar kebangsawanan ataupun gelar akademik mereka sangat dihormati dan disanjung2. Tak heran... oleh karena itulah orang berlomba2 mencari gelar bahkan tak segan2 membelinya atau malahan lebih jauh lagi memalsukannya. Memang perbuatan2 tidak terpuji itu hanyalah merupakan ekses dari keadaan diatas namun ahir2 ini cukup merisaukan atau paling tidak membuat banyak orang memprihatinkannya. Bayangkan hanya dengan cara2 instan orang dengan mudahnya mendapatkan gelar (akademik) yang begitu bergengsi mulai S1 S2 bahkan S3 malahan kalau saja ada S7 pun mungkin akan bisa diperoleh dengan mudah.
Dengan semakin carut marutnya dunia per'gelar'an tadi gimana ya kalau yang namanya 'gelar' atau 'titel' itu dihapus saja dari bumi nusantara ini?.
Suatu hal yang mustahil. Tapi nampaknya kalau hal ini terlaksana maka orang tidak perlu lagi gagah2an dengan gelar dan pada ahirnya orang tidak akan mengejar2 gelar lagi dengan cara2 yang tidak terpuji dan tingkat pendidikan akan berjalan lebih baik lagi. Buktinya pendidikan setingkat SD SMP SMA yang notabene tanpa gelarpun berjalan baik sebagaimana mestinya.
Juga menjadi pertanyaan kita semua... utamanya saya... Mungkinkah persoalan2 gelar itu tadi merupakan gejala 'kenakalan' orang tua?, ( karena pelaku2nya rata2 adalah para orang tua yang sudah mapan serta mempunyai pekerjaan tetap)... dan dipenutup tulisan ini muncul pula uneg2 dalam hati saya.... Kalau saja dinegeri ini ada UUaG atau UU anti gelar maka..........
Subscribe to:
Posts (Atom)
