Thursday, September 11, 2008

129. Genjik

Genjik

Di sekitar tahun 1957, sebuah desa yang tenteram mendadak digegerkan oleh seekor genjik alias celeng.
Binatang itu menggegerkan seluruh penduduk desa, mereka bertanya2 bagaimana bisa binatang itu berada diwilayah tsb. Karena didesa itu, genjik hanyalah merupakan legenda semacam cerita 'babi ngepet' yang katanya bisa mencuri harta benda penduduk.
Wilayah itu merupakan pedesaan modern dengan penduduk padat dan persawahan yang luas. Tidak ada sejengkal tanahpun yang tidak terambah manusia setiap harinya. Mendadak pagi itu digemparkan dengan ditemukannya seekor celeng alias genjik. Sontak seluruh penduduk utamanya para pemudanya bergegas mengambil senjata memburunya. Dari pagi sampai sore binatang itu diburu bahkan ada seorang setengah baya yang diseruduk sampai terluka diselakangannya.
Yang menjadi pertanyaan dari manakah genjik itu berasal, kenapa sampai tersesat di wilayah itu. Dari hasil reka2 saya setelah tua, saya perkirakan bahwa genjik itu turun dari gunung merapi yang mungkin waktu itu sedang bergolak mau meletus. Tapi kok jauh sekali rasanya, wong jaraknya mencapai sekitar 60km dengan melintas daerah2 padat penduduk. Aneh memang aneh... Mungkin sama anehnya dengan ular phyton yang ditemukan di keramaian ibukota Jakarta. Aneh bukan? tapi hal tsb menjadi suatu kenyataan.
Kembali ke cerita genjik diatas yang pada akhirnya genjik itu tertangkap karena terjebak kearea kuburan ditengah sawah dan masuk kedalam sebuah cungkup. Kemudian ramai2 ditombak dari atap sehingga mati terkapar.
Gegerlah wilayah itu, ada yang mengatakan genjik tersebut celeng jadi2an, penjaga kubur dan lain sebagainya. Tapi yang jelas peristiwa ini tidak pernah terulang lagi sampai sekarang dan hanya sekali itu sepanjang sejarah. Bagi saya yang ketika itu masih kanak2 mengingat peristiwa itu sebagai hal yang besar dan masih segar dalam memori sampai sekarang.....

4 comments:

Mas Sito said...

Ada hubungan enggak dengan daerah persawahan disebelah utara wingko tinumpuk yang namanya juga SI genjik, atau jangan2 yang bau rekso tempat itu.

Indro Saswanto said...

Mas,... genjiknya ketangkep di cungkup kuburan piyono.
Di si Genjik cuman ada satu pohon kelapa, itupun sudah kesamber bledeg. Jadi dah nggak ada celeng disana sak sing baurekso dah transmigrasi. Pokoke tinggal nama...
Si Genjik tuh markase anak buahe mbah Suro anak kecil2 sik sok mangani bunga padi (lupa namanya)

Mbah Suro said...

Asal ada cerita mistis dihubungkan dengan anak buah mbah suro, padahal anak buahku kabeh wis tak wadahi botol tak larung nang segoro kidul.
Oh iya... Aku jadi ingat Putrane mbah Trimo yang kesamber bledeg dekat Triwarno siapa ya?

Indro Saswanto said...

Sorry mbah.... tapi yang satu ini masih kranthil lho... Menthèk yang suka makan bunga padi (pondoh).. masih keliaran tuh... soale botole gak cukup.