Friday, June 6, 2008

97. Guru

Guruku

Mengingat dan mengenang para Guruku membuat aku semakin hormat dan kagum kepada mereka.
Dulu sewaktu aku sekolah disamping hormat dan kagum ada rasa takut, namun saat ini yang muncul adalah rasa kagum hormat dan sayang pada beliau.
Beliau2 itu antara lain adalah :

1.Ibu immamah.
Guruku sewaktu aku kelas satu SR. Seorang yang sabar dan cukup disiplin.
Beliau masih kapernah eyangku sendiri ibunya Sustyanto yang juga teman sekelasku.
Dengan kesabaran luar biasa beliau mengajari para muridnya belajar berhitung dengan menggunakan batang lidi yang dipotong dan dijajar, ditambah dan dikurangi.

Berkat bimbingan beliau pula aku bisa membaca dan menulis.
Kala itu sistem pembelajaran yang dipakai menggunakan sistem eja ''ini ibu budi'' dengan cara mengeja... i n-i = ni ... ini dst.

Pada tahun 80an ada sistem belajar baca tulis yang lebih cepat. Yakni anak tiap hari disuruh menulis '' a..da ka..ca ma..ta sa..ya ''
ra..ja ba..wa na..ga
pa..ha..la nya
ka..fa..nga

Sampai hafal benar dan lancar. Kemudian huruf vokal diganti dengan i,u,e,o.dst dst...
Lalu dilanjut ''ing ding king cing ming..'' dsb..persis seperti belajar baca ho..no..co.ro..ko

Ternyata dengan methode ini anak bisa lebih cepat baca tulis.
Bahkan tidak sampai tiga bulan sudah bisa membaca koran dengan lancar.

2. Bapak Sumardji
Beliau guru yang sangat disiplin dan keras. Waktu itu aku kelas enam SR. Setiap malam murid2 disuruh belajar kelompok. Dengan cara sembunyi2 beliau selalu berkeliling meronda murid2 nya apakah belajar betul atau hanya gojegan. Semua murid takut dan hormat kepadanya.
Beliau berhasil mendidik murid2nya menjadi anak yg berprestasi dalam ujian ahir walau mereka belajar hanya mengandalkan lampu senthir.

3. Ibu Salimah.
Beliau kepala sekolah SMP ku. Wah disiplin nya bukan main. Buat para pelajar beliau sangat berwibawa dan menakutkan.
Aku pernah dimarahi dipanggil ke kantor beliau gara2 aku menggoda temanku sampai menangis.

Sebagai guru beliau sangat jelas kalau menerangkan. Ilmu fisika yang merupakan pelajaran momok bagi sebagian murid menjadi mudah dan menyenangkan. Beliau juga mengajar pelajaran Civic / ilmu kebangsaan / tata negara.

4. Bapak Kodrat.
Pangilannya pak Ko guru aljabar. Sewaktu aku SMP termasuk guru favoritku. Aku senang karena beliau pintar dimataku.

5. Bapak Suwandi.
Guru kimia SMA ku. Orang nya handsome klimis dan necis. Kalau tersenyum di kulum dengan sedikit lesung pipit, suka melucu tapi tidak pernah ikut tertawa. cukup serius.

6. Pak Ong Ing Kiet
Guru kimia organik dan anorganik di SMA. Sangat tekun mendidik murid2nya. Tiap hari keliling kelas mengetes satu persatu murid sebelum melanjutkan pelajaran. Hasilnya para siswa belajar dg rajin dan hasil ujian ahir sangat baik.

7. Prof Suwasono.
Beliau dosen anatomi sekaligus dekan. Santai lucu dan sangat pintar. Kalau mengajar hanya membawa tulang tengkorak tanpa buku. Ilmunya sudah nglothok di luar kepala.

Diselingi gojegan2 yg menyegarkan. Kebanyakan mahasiswa mengidolakan beliau. Menurut beliau sewaktu SMA mengambil jurusan A (sastra) tapi memang dasar pintar beliau bisa melanjutkan kuliah di kedokteran bahkan akhirnya jadi profesor.

8. Prof Sardjono.
Dosen kimia organik dan anorganik. Sangat menguasai materi luar kepala tanpa membawa catatan. Beliau sangat istimewa, kalau menulis tangan kanan dan kiri nulis bareng,kemudian digandeng dengan tanda panah.

Para mahasiswa pasti kepontal2 mencatatnya, keteteran.
Untuk mensiasatinya aku berbagi dengan temenku. Aku mencatat tulisan tangan kanan temenku yg kiri.

Setiap mau mengajar beliau selalu memulai dengan menggojlog mahasiswanya sehingga suasana terasa segar.

9. Prof Ismangoen.
Beliau terkenal sangat disiplin dan sangat resikan. Jam 07 pagi tet pasti sudah di rumah sakit. Visite sehari dua kali pagi2 dan malam. Bersih dan necis sepatu gilap. Walau tengah malam kalau ada konsul pasennya gawat beliau pasti datang.

10. Prof Soewito.
Seorang yang ditakdirkan kaya sejak lahir.
Pintar tekun dan rajin. Skillnya bagus dekat dengan mahasiswa tidak pernah mempersulit orang lain. Tidak menyembunyikan ilmu, beliau seorang agamis yang taat beribadah
Sangat energik.

11. Prof Soenarto Sastrowijoto.
Beliau dosen yg menekankan perlunya etika dan attitude yg baik bagi seorang dokter.
Aku banyak belajar berbagai makna hidup dari beliau. Beliau seorang yang correct dan berwawasan maju. Ichlas dalam menjalankan misi pendidikan, tanpa pamrih.
Berpenampilan tenang dan terukur.

11. Prof Tedjo Oedono.
Beliau dosenku paling muda, yang sangat enerjik. Suka bereksperimen. Sangat pandai.. gudangnya ilmu. Selalu mengikuti perkembangan baru. Bagai kamus berjalan. Enak berdiskusi. Ibaratnya pemain bola beliau ada di segala lini.

Terimakasih guruku
Berkat bimbinganmu
Aku bisa memberikan sumbangsih
Pada negeri dan bangsaku

8 comments:

Mbah Suro said...

Pak Seger yang Kepala Sekolah, aku masih ingat betul, Dia yang memaksaku masuk SR padahal aku belum cukup umur, hanya secara kebetulan badanku bongsor dan karena ujung jariku sudah sampai pegang telinga. ( sebagai ukuran untuk bisa masuk SR )
Karena umurku dituakan satu tahun, aku pangsiun lebih cepat. Nyolong umur.....

Indro Saswanto said...

Betul akupun masih ingat beliau termasuk Purwanto putranya.
Alhamdulillah pensiun muda tabungan melimpah kuat kemana2.....

paromo suko said...

saya jadi ingat cerita wayang, lakon Palguna-Palgunadi adalah episode dg tema : guru adalah motivator ,
"guru" diperkuat daya-didiknya oleh imaji murid, sedangkan guru hanyalah orang yang setiap saat menyertai kita di kelas,
seorang guru yang sama, dpt menghasilkan murid yang berbeda,
salam untuk para murid, salam untuk para guru

Indro Saswanto said...

Murid siap berkorban untuk guru
Guru siap berkorban untukmurid
Dua2nya akan siap jadi pemenang
Guru siap untuk memenangi murid
Murid siap memenangi guru
Dua2nya akan jadi pecundang

paromo suko said...

itulah,
pantesan lulus smp nilainya 114!
(bocoran yang 100% valid)

Budiono Santoso said...

Waktu SR saya punya guru yang aneh. Biasanya pakai celana panjang agak mlorot. Orangnya sangat sabar tapi suka clemongan misuh. Kalau pas aras2en "Cah dha bali wae yo. Mulang murid dha kaya asu edan. Aras2en aku"

Mas Sito said...

Yang Saya Ingat Pak Mardji, beliau yang sering ngajari Panembromo, kalau saat ini sudah tidak ada panembromo, mungkin gurunya juga sudah tidak ada. Padahal dulu sering dilombakan dipurworejo. Nggak tahu sekarang penggantinya apa. Apakah saat ini beliau tinggal dimana Ya?.

Indro Saswanto said...

Wah kalau kita sudah tua gini dengar critanya mas Bud jadi mesem lucu, tapi untuk murid yg masih beyes mungkin jadi seram sekialigus menyenangkan.
Guru saya lucu lagi, celana beggy saku kanan isi botol bir airputih 1 liter untuk minum. (blm ada aqua plastik) saku kiri isi handuk.
Buat mas sito, guru kita yg satu itu mukso.
Trims Wass.