Knock Out.
Suatu saat saya pergi solat jumat. Ketika mau berangkat sudah di ingatkan ma ibunya anak2. Mengisi kotak mesjid jangan lupa, dia pesen ditambahi dari dulu tahun dal kok segitu2 saja. Saya manut saja, saya lipatkan dua kali dari biasanya.
Saya pikir sudah cukuplah toh kalau ada keperluan emergency saya juga bersedia jadi donatur. Yang penting iklas dulu besaran bisa disesuaikan.
Saya berangkat dengan jalan kaki karena mesjid hanya beberapa puluh meter dari rumah lalu menyeberang jalan.
Begitu sampai seberang tuk gatuk didepan saya ada tunanetra yang berangkat jum'atan juga. Dengan tongkatnya dia mencari2 jalan. Saya sengaja mengikuti dibelakangnya pelan2. Saya pikir jaga2 barangkali pertolongan dibutuhkan. Dia masih muda usia dibawah saya jadi saya hanya mengawal saja.
Didekat mesjid berderet anak2 kecil peminta2 yang menunggu saat selesai solat untuk mengais rejeki. Sambil menunggu mereka bermain2 ditrotoir yg tentu saja mengganggu orang lewat.
Sedang asyik2nya mereka bermain tiba2 ada salah satunya yang tersenggol tongkat tununetra tadi. Saya lihat anak yang terkena tongkat usia belum genap 6 tahun. Dia segera berdiri dan tanpa babibu langsung menuntun sang tunanetra menuju mesjid.
Saya sangat kaget dan terkagum2 kok begitu mulianya anak seumur itu sudah bisa
dan dengan iklas spontan memberi pertolongan pada sang tunanetra tsb. Betul2 hati saya terpukul, terharu sambil mengikuti mereka dari belakang.
Saya tidak habis pikir seorang anak pengemis usia baru segitu mempunyai rasa kemanusiaan yang begitu tinggi, selangit..... padahal didalam benak saya anak jalanan pastilah nakal tidak kenal aturan.
Selama didalam mesjid otak saya selalu terbayang2 anak tadi. Rasanya saya ingin memberi pengharagaan / hadiah kepadanya.
Namun sedikit uang yang saya bawa tadi sudah saya masukkan kekotak amal. Rasanya menyesal juga kenapa saya waktu berangkat tidak cukup banyak membawa uang....Pikiranku terus terganggu oleh si anak kecil peminta2 tadi.
Begitu selesai solat sewaktu pulang saya cari2 anak tadi... tetapi kok tidak nampak... entah kemana padahal temen2nya masih menengadahkan tangan meminta2. Kemanakah dia? Jangan2 tadi malaikat yang mengKO saya dengan contoh perbuatan yang sangat mulia.
Ya Allah.... astaghfirullah hal adzim.......
Friday, February 6, 2009
Monday, February 2, 2009
163. Terkunci
Terkunci
Pernahkah anda terkunci dalam kamar? atau mungkin dikamar mandi? Atau mobil anda terkunci dimana kunci kontak serta remotenya tertinggal didalam nya.
Rasa yang pertama muncul pasti dongkol kemudian dilanjut bingung, bahkan pintu digedor2.
Kalau terkunci dirumah sendiri sih mungkin anda masih leluasa berteriak2 atau bahkan gedor pintu keras2, tapi kalau kita sedang bertamu wah bisa berabe deh. Paling2 uthak uthek ceklak ceklek pintu sampai kedengaran yang empunya rumah.
Kalau yang kekunci pintu mobil gimana? Mobil sekarang canggih2 kesenggol sedikit saja sudak teriak2 alarmnya. Pengalaman menunjukkan kalau kunci kontak anda terkunci didalam maka konsulkan pada ahlinya atau kalau dekat ya pulang saja ambil kunci cadangan.
Untuk menghindari kejadian itu sebaiknya selalu saja anda bawa kunci cadangan dalam dompet .
Yang paling susah sebenarnya kalau yang terkunci itu hati manusia. Begitu rapatnya tidak ada celah sedikitpun sehingga cinta anda tidak mungkin masuk, permintaan maaf anda tidak mungkin terkabulkan, kedengkian, dendam tidak mungkin luluh, kekafiran kemusyrikan tidak mungkin terkoreksi dlsb.
Hati manusia kalau sudah terlanjur terkunci...wah susah... beku, keras..puol..... melebihi batu.
Terkunciiiii.........
Pernahkah anda terkunci dalam kamar? atau mungkin dikamar mandi? Atau mobil anda terkunci dimana kunci kontak serta remotenya tertinggal didalam nya.
Rasa yang pertama muncul pasti dongkol kemudian dilanjut bingung, bahkan pintu digedor2.
Kalau terkunci dirumah sendiri sih mungkin anda masih leluasa berteriak2 atau bahkan gedor pintu keras2, tapi kalau kita sedang bertamu wah bisa berabe deh. Paling2 uthak uthek ceklak ceklek pintu sampai kedengaran yang empunya rumah.
Kalau yang kekunci pintu mobil gimana? Mobil sekarang canggih2 kesenggol sedikit saja sudak teriak2 alarmnya. Pengalaman menunjukkan kalau kunci kontak anda terkunci didalam maka konsulkan pada ahlinya atau kalau dekat ya pulang saja ambil kunci cadangan.
Untuk menghindari kejadian itu sebaiknya selalu saja anda bawa kunci cadangan dalam dompet .
Yang paling susah sebenarnya kalau yang terkunci itu hati manusia. Begitu rapatnya tidak ada celah sedikitpun sehingga cinta anda tidak mungkin masuk, permintaan maaf anda tidak mungkin terkabulkan, kedengkian, dendam tidak mungkin luluh, kekafiran kemusyrikan tidak mungkin terkoreksi dlsb.
Hati manusia kalau sudah terlanjur terkunci...wah susah... beku, keras..puol..... melebihi batu.
Terkunciiiii.........
Wednesday, January 28, 2009
162. Senthong
Senthong
Ini sebuah istilah 'jowo jadul' sewaktu penjajahan londo jaman kuno mbejujo. Sekarang sudah tidak pernah terdengar lagi bahkan mungkin sudah musnah ditelan waktu.
Senthong padanan kininya yang tepat mungkin berarti 'kamar', kebanyakan gelap dan tanpa jendela yang memadai. Secara kusus sethong kadang disebut juga sepèn atau tempat menyepi, semedi, tempat sholat. Bahasa Indonesia yang lebih tepat mungkin sama dengan 'bilik'.
Karena suasana yang gelap tadi didalam senthong terasa sakral dan sedikit seram menakutkan utamanya bagi anak2 kecil yang claustrophobi.
Dijaman modern dimana listrik sudah menyala disegala penjuru, suasana2 sakral seperti didalam senthong sudah jarang dijumpai. Semua tempat sudah dirambah manusia, terang benderang, sehingga tidak ada lagi tempat yang menakutkan. Utamanya dikota2 besar, penghuni2 kegelapan jin2 peri perayangan sudah pada lari entah kemana.
Dalam perkembangannya, saat ini senthong sudah banyak sekali berubah, baik dalam segi disainnya, segi kesehatan, estetika maupun ukurannya, dimana banyak ventilasi serta pencahayaan yang cukup. Warna2 cerah menghiasi bahkan kadang ada taman dan kolam ikan didalamnya. Lampu terang benderang. Pokoknya sudah tidak seseram senthong jaman dulu, dimana dinding terbuat dari papan warna gelap, kadang penuh ukiran, tanpa plafon, terisi tempat tidur berkelambu, jendela kecil, lampu kiyer2 ....... wuih mrinding deh.
Kalau anda ingin merasakan suasana tersebut silahkan masuk kerumah joglo kuno yang besar dan gelap, ... dijamin berdiri bulu romaku.
Ini sebuah istilah 'jowo jadul' sewaktu penjajahan londo jaman kuno mbejujo. Sekarang sudah tidak pernah terdengar lagi bahkan mungkin sudah musnah ditelan waktu.
Senthong padanan kininya yang tepat mungkin berarti 'kamar', kebanyakan gelap dan tanpa jendela yang memadai. Secara kusus sethong kadang disebut juga sepèn atau tempat menyepi, semedi, tempat sholat. Bahasa Indonesia yang lebih tepat mungkin sama dengan 'bilik'.
Karena suasana yang gelap tadi didalam senthong terasa sakral dan sedikit seram menakutkan utamanya bagi anak2 kecil yang claustrophobi.
Dijaman modern dimana listrik sudah menyala disegala penjuru, suasana2 sakral seperti didalam senthong sudah jarang dijumpai. Semua tempat sudah dirambah manusia, terang benderang, sehingga tidak ada lagi tempat yang menakutkan. Utamanya dikota2 besar, penghuni2 kegelapan jin2 peri perayangan sudah pada lari entah kemana.
Dalam perkembangannya, saat ini senthong sudah banyak sekali berubah, baik dalam segi disainnya, segi kesehatan, estetika maupun ukurannya, dimana banyak ventilasi serta pencahayaan yang cukup. Warna2 cerah menghiasi bahkan kadang ada taman dan kolam ikan didalamnya. Lampu terang benderang. Pokoknya sudah tidak seseram senthong jaman dulu, dimana dinding terbuat dari papan warna gelap, kadang penuh ukiran, tanpa plafon, terisi tempat tidur berkelambu, jendela kecil, lampu kiyer2 ....... wuih mrinding deh.
Kalau anda ingin merasakan suasana tersebut silahkan masuk kerumah joglo kuno yang besar dan gelap, ... dijamin berdiri bulu romaku.
Friday, January 23, 2009
161. Baru sadar
Baru sadar
Sebagai manusia kita kadang terlambat menyadari sesuatu peristiwa sehingga kita terkaget2 dengan apa yang telah terjadi. Setelah peristiwa tersebut berlalu baru kemudian kita tersadar dan menyesalinya.
Kalau peristiwanya diluar diri kita, 'telmi' bisa saja terjadi karena kita salah dalam memberikan penilaian.
Hal ini bisa terjadi yangmana kita sering menilai segala sesuatu dengan ukuran standart yang ada didalam diri kita.
Sebagai contoh apa yang terjadi belakangan ini dimana terjadi pembantaian anak2 palestin oleh israel. Awalnya kita semua menganggap bahwa itu efek dari suatu peperangan. Menurut standart kita tidak mungkinlah orang dengan sengaja membunuh anak2 dan wanita serta nenek2 walau dalam peperangan.
Akan tetapi kenyataannya lain dimana penyakit2 hati seperti dengki, iri, dendam, serakah dll bisa saja menimbulkan kekejaman dan kebiadaban luar biasa.
Kalau kita tengok kebelakang sejarah bangsa israel, bahwa mereka pernah setidaknya dua kali mengalami pembunuhan etnis / pembantaian yakni pada jamannya fir'aun dimana setiap bayi laki2 keturunan yahudi dimusnahkan dan jamannya hitler dimana kaum yahudi pun dikejar2 dihabisi, maka masuk akal kalau mereka saat kuat melakukan perilaku yang seperti itu, bahkan mungkin lebih biadab lagi, meskipun katanya sekarang ini jaman modern dengan tingkat peradaban yang sangat tinggi.
Yang jelas semua itu akibat keserakahan manusia sehingga mereka lalai bahwa kebutuhan dasar mereka sebenarnya hanyalah sepiring nasi dan sejengkal tanah.
Begitulah manusia dengan sifat dasar kuraang melulu sehingga kadang melakukan perbuatan diluar nalar, etika dan moral ataupun agama..........
Semoga pemimpin2 israel diberi petunjuk, semoga cepat sadar walau terlambat tetapi akan lebih baik dari pada tidak sadar sama sekali. Sadarilah bahwa anda perampok penjajah dan pembunuh anak2 yang tidak berdosa...
Buat mr Bush bagaimana perasaan anda kalau saja anak2 dan cucunda dibantai orang2 biadab, tentu bersedih bukan?
Janganlah baru sadar setelah sebuah peristiwa buruk menimpa kita.... itu artinya terlambat.....
Sebagai manusia kita kadang terlambat menyadari sesuatu peristiwa sehingga kita terkaget2 dengan apa yang telah terjadi. Setelah peristiwa tersebut berlalu baru kemudian kita tersadar dan menyesalinya.
Kalau peristiwanya diluar diri kita, 'telmi' bisa saja terjadi karena kita salah dalam memberikan penilaian.
Hal ini bisa terjadi yangmana kita sering menilai segala sesuatu dengan ukuran standart yang ada didalam diri kita.
Sebagai contoh apa yang terjadi belakangan ini dimana terjadi pembantaian anak2 palestin oleh israel. Awalnya kita semua menganggap bahwa itu efek dari suatu peperangan. Menurut standart kita tidak mungkinlah orang dengan sengaja membunuh anak2 dan wanita serta nenek2 walau dalam peperangan.
Akan tetapi kenyataannya lain dimana penyakit2 hati seperti dengki, iri, dendam, serakah dll bisa saja menimbulkan kekejaman dan kebiadaban luar biasa.
Kalau kita tengok kebelakang sejarah bangsa israel, bahwa mereka pernah setidaknya dua kali mengalami pembunuhan etnis / pembantaian yakni pada jamannya fir'aun dimana setiap bayi laki2 keturunan yahudi dimusnahkan dan jamannya hitler dimana kaum yahudi pun dikejar2 dihabisi, maka masuk akal kalau mereka saat kuat melakukan perilaku yang seperti itu, bahkan mungkin lebih biadab lagi, meskipun katanya sekarang ini jaman modern dengan tingkat peradaban yang sangat tinggi.
Yang jelas semua itu akibat keserakahan manusia sehingga mereka lalai bahwa kebutuhan dasar mereka sebenarnya hanyalah sepiring nasi dan sejengkal tanah.
Begitulah manusia dengan sifat dasar kuraang melulu sehingga kadang melakukan perbuatan diluar nalar, etika dan moral ataupun agama..........
Semoga pemimpin2 israel diberi petunjuk, semoga cepat sadar walau terlambat tetapi akan lebih baik dari pada tidak sadar sama sekali. Sadarilah bahwa anda perampok penjajah dan pembunuh anak2 yang tidak berdosa...
Buat mr Bush bagaimana perasaan anda kalau saja anak2 dan cucunda dibantai orang2 biadab, tentu bersedih bukan?
Janganlah baru sadar setelah sebuah peristiwa buruk menimpa kita.... itu artinya terlambat.....
Monday, January 12, 2009
160. Burung hijau
Burung hijau
Burung2 hijau beterbangan dari dunia palestin. mereka bulir2 kecil yg sahid di medan laga. anak2 mungil yang lagi lucu2nya nampak senyum dengan kesturi darah akibat perlakuan elok ( baca ke'biadab'an ) bangsa nan beradab (sekali lagi bc biadab) dengan dukungan negara yg 'beradab' pula.
Atas kuasa Allah sifat baik (biadab) nya mereka tunjukkan sendiri. Dunia semakin terbuka matanya bagaimana 'kebaikan' dari mereka dan ke'barbar'ian dari mereka.
Burung2 kecil mereka sebut sebagai 'korban peperangan'.
Sudah sejak dulu mereka membunuh wanita nenek dan anak2 yang tak berdosa sebagai keberadaban mereka. Mereka 'bukan terorris' sekali lagi 'bukan terorris' karena memang tidak perlu ditakuti (melainkan wajib dilawan) dan bukan bangsa yang beradab karena memang 'biadab'.
Bumi palestin, kematian sahid, sangatlah dirindukan. Seorang ibu berwasiat agar dikuburkan satu liang dengan anaknya yang sahid. padahal melanggar aturan agama, tapi namanya juga wasiat, harus dikerjakan. apa hikmahnya? ternyata ketika liang lahat anaknya digali nampak jasad sang anak masih utuh, tersenyum, lengkap dengan luka tembak dan darah yang membasahi tubuhnya. Atas kuasa Allah si jenasah tidak membusuk walau telah berpuluh tahun terkubur.
Dibumi palestin banyak ibu2 yang bangga berkata 'anakku 3 orang 4 orang yang mati sahid' betapa senangnya mereka anaknya menjadi burung2 hijau penghias surga. Harta benda bukanlah suatu kebanggaan bagi mereka, tapi menuntut 'hak dan keadilan' adalah keseharian mereka, dimana rumah dan tanah mereka dirampas oleh kaum yang menyebut dirinya paling super, paling beradab, polisi (kesewenang2an) dunia. Mereka yang terampok rumah dan pekarangannya dicap pemberontak, terorris, extreemist sebagai akibat perlawanan mereka.
Syahid adalah idaman mereka.
Burung2 hijau.. sebuah impian.. bukanlah sekedar ungkapan... tetapi janji Allah yang nyata... mereka para syuhada... tetap hidup sebagai penghias surga.
Burung2 hijau beterbangan dari dunia palestin. mereka bulir2 kecil yg sahid di medan laga. anak2 mungil yang lagi lucu2nya nampak senyum dengan kesturi darah akibat perlakuan elok ( baca ke'biadab'an ) bangsa nan beradab (sekali lagi bc biadab) dengan dukungan negara yg 'beradab' pula.
Atas kuasa Allah sifat baik (biadab) nya mereka tunjukkan sendiri. Dunia semakin terbuka matanya bagaimana 'kebaikan' dari mereka dan ke'barbar'ian dari mereka.
Burung2 kecil mereka sebut sebagai 'korban peperangan'.
Sudah sejak dulu mereka membunuh wanita nenek dan anak2 yang tak berdosa sebagai keberadaban mereka. Mereka 'bukan terorris' sekali lagi 'bukan terorris' karena memang tidak perlu ditakuti (melainkan wajib dilawan) dan bukan bangsa yang beradab karena memang 'biadab'.
Bumi palestin, kematian sahid, sangatlah dirindukan. Seorang ibu berwasiat agar dikuburkan satu liang dengan anaknya yang sahid. padahal melanggar aturan agama, tapi namanya juga wasiat, harus dikerjakan. apa hikmahnya? ternyata ketika liang lahat anaknya digali nampak jasad sang anak masih utuh, tersenyum, lengkap dengan luka tembak dan darah yang membasahi tubuhnya. Atas kuasa Allah si jenasah tidak membusuk walau telah berpuluh tahun terkubur.
Dibumi palestin banyak ibu2 yang bangga berkata 'anakku 3 orang 4 orang yang mati sahid' betapa senangnya mereka anaknya menjadi burung2 hijau penghias surga. Harta benda bukanlah suatu kebanggaan bagi mereka, tapi menuntut 'hak dan keadilan' adalah keseharian mereka, dimana rumah dan tanah mereka dirampas oleh kaum yang menyebut dirinya paling super, paling beradab, polisi (kesewenang2an) dunia. Mereka yang terampok rumah dan pekarangannya dicap pemberontak, terorris, extreemist sebagai akibat perlawanan mereka.
Syahid adalah idaman mereka.
Burung2 hijau.. sebuah impian.. bukanlah sekedar ungkapan... tetapi janji Allah yang nyata... mereka para syuhada... tetap hidup sebagai penghias surga.
Sunday, January 11, 2009
159. Usia monyet
Seputar Usia
Adalah seekor monyet, dahulu pada waktu penciptaan dia dijatah usia selama 40 tahun, tapi dia merasa kebanyakan karena pekerjaan sehari2 hanya makan dan makaaan saja. Karena itu dia memohon agar jatah usianya dikurangi 15 tahun. Baginya cukup 25 tahun saja.
Permohonan dikabulkan.........
Adalah seekor anjing yang tugasnya sebagai penjaga rumah. Sama... dia mendapat jatah 40 tahun, tapi dia juga merasa kelamaan karena toh tugasnya ituuu2 saja. Ahirnya dipotong 20 tahun sehingga jatah usianya hanya 20 tahun. Dengan senang hati dia menerimanya. Usia itu dirasa cukup panjang bagi dia.
Adalah manusia, karena tugasnya yang begitu banyak dia diberi jatah 50 tahun, tapi dasar manusia, dia merasa kurang sehingga minta agar kelebihan jatah monyet dan anjing diberikan kepadanya. Permohonan dikabulkan. Sehingga total usia manusia kadang mencapai 85 tahun..... 15 tahun seperti monyet kerjaannya maakaaan saja, 50 tahun bertugas layaknya manusia..... daaannn.... 20 tahun sisanya cuma sebagai penjagaaa rumah..... kerana pensioon.
Begitulah komposisi kebanyakan usia manusia. Mampukah kita merubahnya sehingga seluruh usia kita bisa lebih bermanfaat bagi sesama??? ..... Smoga...
Adalah seekor monyet, dahulu pada waktu penciptaan dia dijatah usia selama 40 tahun, tapi dia merasa kebanyakan karena pekerjaan sehari2 hanya makan dan makaaan saja. Karena itu dia memohon agar jatah usianya dikurangi 15 tahun. Baginya cukup 25 tahun saja.
Permohonan dikabulkan.........
Adalah seekor anjing yang tugasnya sebagai penjaga rumah. Sama... dia mendapat jatah 40 tahun, tapi dia juga merasa kelamaan karena toh tugasnya ituuu2 saja. Ahirnya dipotong 20 tahun sehingga jatah usianya hanya 20 tahun. Dengan senang hati dia menerimanya. Usia itu dirasa cukup panjang bagi dia.
Adalah manusia, karena tugasnya yang begitu banyak dia diberi jatah 50 tahun, tapi dasar manusia, dia merasa kurang sehingga minta agar kelebihan jatah monyet dan anjing diberikan kepadanya. Permohonan dikabulkan. Sehingga total usia manusia kadang mencapai 85 tahun..... 15 tahun seperti monyet kerjaannya maakaaan saja, 50 tahun bertugas layaknya manusia..... daaannn.... 20 tahun sisanya cuma sebagai penjagaaa rumah..... kerana pensioon.
Begitulah komposisi kebanyakan usia manusia. Mampukah kita merubahnya sehingga seluruh usia kita bisa lebih bermanfaat bagi sesama??? ..... Smoga...
Wednesday, January 7, 2009
158. Suara langit
Suara langit
''alaikum''
"alaikum salam...eyang bethoro ?." terdengar suara berat dari langit sana. Hati menebak2 siapa ya? temen2 deket yang tahu nama kerenku cuma beberapa. Mungkinkah itu suara dia? temenku yang satu itu? ah tapi sudah 50 th aku tidak pernah bertemu dan mendengar suaranya lagi. Seandainya suara itu dibandingkanpun tentu sudah jauh berbeda. Dulu mungkin kedengaran cemeng seperti ketuk kenong lha sekarang jadi berat kayak gong mega mendung yang gemleger. Tapi hati mengatakan ini pasti suara pendekar dari pedepokan nun jauh disana, yang terkenal angker tur wingit. Pasti suara daripada Mbah Soero. Namun apadaya wedi kualat jadi tidak berani tembak langsung. Hati2 aku selusur... dari pembicaraan2 selanjutnya memang makin mendekati figur beliau, hanya suara bariton itu yang masih meragukan saya untuk mencokok beliaunya. Terpaksa pelan2 kuberanikan bertanya ... 'nuwun sewu panjenengan sinten?' .... Walah walah walah bul bener firasat ku suara dari langit itu suara beliaunya... 'Mbah Soero'. Untung beliau datang sendirian. Anak buahnya para lelembut lelepah klenthing mongil, banaspati tidak diajak... yang bisa bikin mrinding bulu roma.
Selanjutnya pembicaraan jadi gayeng ngalor ngidul merambah kemana2 rasanya tidak cukup seharian untuk melepas mengenang nostalgia masa lalu.
Tan kocapo... segala sesuatu kalau belum jodo.... sebenarnya aku dan beliaunya sudah ketemu thuk gapyuk satu atap dalam momen takziah wafat nya bopo paman saya sehari sebelum suara dari langit itu datang. Tapi rupanya Allah tidak mempertemukan kami berdua, yang bak dua jagoan saling bertemu masing2 matakaji panglimunan sehingga tidak saling melihat... dan terus terang mungkin mereka saling pangling. Sebuah momen yang langka sekali bisa terjadi yang mungkin takkan terulang lagi sampai umur habis nanti.
Namun masih ada satu harapan..semoga Allah ngijabahi.. kami bisa ketemu di aherat nanti.........
Tulisan buat panjenenganipun mBah Soero.
''alaikum''
"alaikum salam...eyang bethoro ?." terdengar suara berat dari langit sana. Hati menebak2 siapa ya? temen2 deket yang tahu nama kerenku cuma beberapa. Mungkinkah itu suara dia? temenku yang satu itu? ah tapi sudah 50 th aku tidak pernah bertemu dan mendengar suaranya lagi. Seandainya suara itu dibandingkanpun tentu sudah jauh berbeda. Dulu mungkin kedengaran cemeng seperti ketuk kenong lha sekarang jadi berat kayak gong mega mendung yang gemleger. Tapi hati mengatakan ini pasti suara pendekar dari pedepokan nun jauh disana, yang terkenal angker tur wingit. Pasti suara daripada Mbah Soero. Namun apadaya wedi kualat jadi tidak berani tembak langsung. Hati2 aku selusur... dari pembicaraan2 selanjutnya memang makin mendekati figur beliau, hanya suara bariton itu yang masih meragukan saya untuk mencokok beliaunya. Terpaksa pelan2 kuberanikan bertanya ... 'nuwun sewu panjenengan sinten?' .... Walah walah walah bul bener firasat ku suara dari langit itu suara beliaunya... 'Mbah Soero'. Untung beliau datang sendirian. Anak buahnya para lelembut lelepah klenthing mongil, banaspati tidak diajak... yang bisa bikin mrinding bulu roma.
Selanjutnya pembicaraan jadi gayeng ngalor ngidul merambah kemana2 rasanya tidak cukup seharian untuk melepas mengenang nostalgia masa lalu.
Tan kocapo... segala sesuatu kalau belum jodo.... sebenarnya aku dan beliaunya sudah ketemu thuk gapyuk satu atap dalam momen takziah wafat nya bopo paman saya sehari sebelum suara dari langit itu datang. Tapi rupanya Allah tidak mempertemukan kami berdua, yang bak dua jagoan saling bertemu masing2 matakaji panglimunan sehingga tidak saling melihat... dan terus terang mungkin mereka saling pangling. Sebuah momen yang langka sekali bisa terjadi yang mungkin takkan terulang lagi sampai umur habis nanti.
Namun masih ada satu harapan..semoga Allah ngijabahi.. kami bisa ketemu di aherat nanti.........
Tulisan buat panjenenganipun mBah Soero.
Subscribe to:
Posts (Atom)
