PRAHARA
Terguncang lubuk kalbuku
terasa ledakan getar
gemuruh hati
kawanku
Bak gempa di jogja
menghentak insan terlena
buat rasa terpana
betapa
kehendak sang pencipta
Namun.. Sobatku..
Allah akan selalu
memberi yang terbaik
b a g i m u
Hidup hanya sarana
terserak aneka rona
tuk menggapai cita
Asa indah di alam sana
Fana cuma fatamorgana
Baka indah
penuh pesona
oke prof next time better
Tuesday, September 11, 2007
Suatu ketika di pagi hari
Suatu ketika di pagi hari.
Hari masih gelap. Remang fajar mulai temaram. Udara kota Salatiga terasa sangat dingin menusuk sungsum dan kulitku. Kala itu bulan desember tepatnya kalender menunjuk angka tiga belas. Ahir 1969. Aku masih ber malas2 sambil melamun di tempat tidur enggan mau bangun pagi. Ah seandainya. Ya seandainya tes ku di fak kedokteran ugm bisa lolos. Alangkah senangnya jika aku diterima jadi mahasiswa kedokteran ugm yang nota bene jadi calon dokter. Ha ? Calon dokter..?? ohoy.
Sebenarnya seminggu yang lalu aku sudah diterima di FKG dan fak Farmasi UGM namun hati ini belum terasa mantap sehingga aku belum registrasi ke fak itu. Dalam hati aku masih mengharap semoga bisa diterima di FK UGM.
Ya sebuah penantian yang cukup menegangkan.karena sampai pagi ini belum juga datang surat panggilan dari fk. Aku selalu menanti dan menanti.
Di udara dingin yang makin menusuk serta selimut yang membungkus badanku aku tenggelam dalam lamunan hingga aku terlelap tidur kembali. Sekira pukul enam aku dikejutkan suara ketukan pintu yang cukup keras. Mas lik ~ mas lik. Aku dengar namaku dipanggil oleh pak Tris. Aku bangun. Diluar ada pak Tris dan seorang berpakaian putih perawat rumah sakit. Oya aku tinggal dirumah dinas kakakku dilingkungan Sanatorium ngawen Salatiga "Ada apa pak" sapaku, " Ini mas ada surat sudah seminggu di post box RS kok tidak ada yang ambil. Setelah saya buka ternyata untuk mas lilik " kata perawat yang sok jahil membuka surat orang. "terimakasih " ucap ku ber basa basi. Segera surat aku baca ternyata surat panggilan dari FK UGM.
Aku sangat gembira namun betapa terkejutku karena hari itu juga merupakan hari terahir aku harus menghadap panitia PMB. Dead line jam 11 00. lewat itu aku dianggap mengundurkan diri. Wuiihh gawat ini..
Bergegas Aku beritahu kakakku. Kebetulan dia sudah bangun. Dia juga terkejut membaca surat panggilan tadi. Segera kami berkemas dan berangkat ke Jogja. Sampai kampus Ngasem jam sepuluhan. Disana saya lihat masih banyak calon mahasiswa yang antri. Setelah lama menunggu aku mendapat giliran masuk. Diantar kakakku. Didalam ada dekan dan sekretaris serta beberapa profesor. Aku di wawancarai dan dibuka file ku. Semua memenuhi sarat. Aku diterima. Alhamdulillah.-
Selanjutnya urusan bayar membayar diselesaikan kakakku dengan prof2 bekas dosennya. Kadang2 mereka tertawa tapi aku tidak tahu apa yang di maksud. Yang aku ingat uang kuliahku 9 ribu rupiah per tahun dibayar dua kali. Ahirnya aku pulang dengan hati lega ber bunga2. Ho ee Aku jadi calon dokter ho eee.
R/w :
Indro Saswanto
4956/K
Hari masih gelap. Remang fajar mulai temaram. Udara kota Salatiga terasa sangat dingin menusuk sungsum dan kulitku. Kala itu bulan desember tepatnya kalender menunjuk angka tiga belas. Ahir 1969. Aku masih ber malas2 sambil melamun di tempat tidur enggan mau bangun pagi. Ah seandainya. Ya seandainya tes ku di fak kedokteran ugm bisa lolos. Alangkah senangnya jika aku diterima jadi mahasiswa kedokteran ugm yang nota bene jadi calon dokter. Ha ? Calon dokter..?? ohoy.
Sebenarnya seminggu yang lalu aku sudah diterima di FKG dan fak Farmasi UGM namun hati ini belum terasa mantap sehingga aku belum registrasi ke fak itu. Dalam hati aku masih mengharap semoga bisa diterima di FK UGM.
Ya sebuah penantian yang cukup menegangkan.karena sampai pagi ini belum juga datang surat panggilan dari fk. Aku selalu menanti dan menanti.
Di udara dingin yang makin menusuk serta selimut yang membungkus badanku aku tenggelam dalam lamunan hingga aku terlelap tidur kembali. Sekira pukul enam aku dikejutkan suara ketukan pintu yang cukup keras. Mas lik ~ mas lik. Aku dengar namaku dipanggil oleh pak Tris. Aku bangun. Diluar ada pak Tris dan seorang berpakaian putih perawat rumah sakit. Oya aku tinggal dirumah dinas kakakku dilingkungan Sanatorium ngawen Salatiga "Ada apa pak" sapaku, " Ini mas ada surat sudah seminggu di post box RS kok tidak ada yang ambil. Setelah saya buka ternyata untuk mas lilik " kata perawat yang sok jahil membuka surat orang. "terimakasih " ucap ku ber basa basi. Segera surat aku baca ternyata surat panggilan dari FK UGM.
Aku sangat gembira namun betapa terkejutku karena hari itu juga merupakan hari terahir aku harus menghadap panitia PMB. Dead line jam 11 00. lewat itu aku dianggap mengundurkan diri. Wuiihh gawat ini..
Bergegas Aku beritahu kakakku. Kebetulan dia sudah bangun. Dia juga terkejut membaca surat panggilan tadi. Segera kami berkemas dan berangkat ke Jogja. Sampai kampus Ngasem jam sepuluhan. Disana saya lihat masih banyak calon mahasiswa yang antri. Setelah lama menunggu aku mendapat giliran masuk. Diantar kakakku. Didalam ada dekan dan sekretaris serta beberapa profesor. Aku di wawancarai dan dibuka file ku. Semua memenuhi sarat. Aku diterima. Alhamdulillah.-
Selanjutnya urusan bayar membayar diselesaikan kakakku dengan prof2 bekas dosennya. Kadang2 mereka tertawa tapi aku tidak tahu apa yang di maksud. Yang aku ingat uang kuliahku 9 ribu rupiah per tahun dibayar dua kali. Ahirnya aku pulang dengan hati lega ber bunga2. Ho ee Aku jadi calon dokter ho eee.
R/w :
Indro Saswanto
4956/K
Monday, September 10, 2007
4. SR~VI WINGKO 1957~1963
Periode
SR ~WINGKO MULYO
1957~1963
Huruf SR.. Tahun 50~60 an sangat terkenal karena huruf tsb merupakan singkatan dari SEKOLAH RAKJAT.
Tahun 70an istilah tadi berganti mejadi S-D atau Sekolah Dasar.
SR VI wingkomulyo adalah salah satu sekolah rakjat yang terletak di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo. Jawa tengah. Di sekolah itu aku mulai mengenyam pendidikan formal.
Aku masuk kelas satu pada tg 3 ags1957 Aku masih ingat dihari pertama masuk sekolah aku diantar dan ditunggui ibuku-maklum anak bungsu masih manja. Sebenarnya untuk berangkat ke sekolah yang paling aku takuti adalah kalau ada orang gila dijalanan. Nurut kakakku banyak orang gila dijalan yang suka menculik anak2. Padahal sebenarnya ya enggak lah.
Memang aku sering ditakut2i sama kakak2ku. Yang mayatlah orang gila medi gendruwo dll hingga aku jadi anak penakut.
Oke di kelas satu aku belajar menulis degan sabak dan grib.yang di pinjami oleh sekolah. Hasil pekerjaan dinilai pakai kapur oleh guruku. Kalau nilaiku bagus aku tempel ke pipi sehingga ada angka 10 di pipi ku. Sampai dirumah aku pamerkan kepada ibuku. Aku selalu juara di kelas.
Suatu saat ada acara perpisahan kelas 6. Aku tampil di pentas menyanyikan lagu Man Doplang. Gara2 itu aku di juluki Paman Doplang oleh teman2 ku. Waktu itu aku sangat malu dengan julukan itu.
Selama belajar di SD aku berangkat kesekolah dengan cokoran alias tanpa alas kaki. Sehingga waktu masuk SMP pakai sepatu terasa canggung
Tapi ketika ujian achir~ kelas 6 aku diharuskan memakai sepatu. Pagi2 aku bersama teman2ku berangkat ketempat ujian di Purwodadi yang berjarak 10 km dari rumahku. Aku dan teman2 naik dokar. Aku duduk didepan. E tiba2 kudanya kentut brut brut brut. Rupanya karena masih pagi kedinginan perutnya kembung mau be all. Betul juga prut prut bom2 berjatuhan. wah bau nya sedap. nempel di nervus olfactoriusku sampai sekarang.
Ujian dilaksanakan selama 2 hari dan hasilnya sangat memuaskan. Aku lulus dengan nilai 25 untuk 3 mata pelajaran. Akan tetapi yang tidak lulus banyak juga. Kalau tidak salah 7 dari 26 teman ku.
Malam sebelum pendaftaran ke SMP aku nangis keras gara2 ijasah ku sobek ketarik dari laci. Aku nangis gero2 takut kalau gak di terima di SMP. Aku kira logis lah. Maklum pemikiran anak2 masih polos.
Masuk smp aku menjalani test wawancara. Semua berjalan mulus. Achir nya aku diterima masuk di SMP N2 Purworejo. SMP paling top marto top dikota tsb.
Semasa usia SD ada satu peristiwa yang tidak bisa aku lupakan. Yakni ketika pulang sekolah ~merupakan kebiasaanku ~ dari kejauhan aku sudah teriak2 "buuu mana jajannya,. " Ketika itu ibu ku masih sibuk didapur. Jadi aku didiamkan saja. Aku tak sabar. Aku panjat almari makan. Suatu ketika lemari roboh. Aku tertindih. Ibu marah2 mulut ku di sumpal lombok. aku teriak2 nangis keras karena memang aku tidak doyan pedas.. He he kalau ingat aku jadi geli juga.
Oke itu tadi beberapa cuplikan ingatan yang dapat aku down load dari memoriku.
jbg 10.09-2007
SR ~WINGKO MULYO
1957~1963
Huruf SR.. Tahun 50~60 an sangat terkenal karena huruf tsb merupakan singkatan dari SEKOLAH RAKJAT.
Tahun 70an istilah tadi berganti mejadi S-D atau Sekolah Dasar.
SR VI wingkomulyo adalah salah satu sekolah rakjat yang terletak di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo. Jawa tengah. Di sekolah itu aku mulai mengenyam pendidikan formal.
Aku masuk kelas satu pada tg 3 ags1957 Aku masih ingat dihari pertama masuk sekolah aku diantar dan ditunggui ibuku-maklum anak bungsu masih manja. Sebenarnya untuk berangkat ke sekolah yang paling aku takuti adalah kalau ada orang gila dijalanan. Nurut kakakku banyak orang gila dijalan yang suka menculik anak2. Padahal sebenarnya ya enggak lah.
Memang aku sering ditakut2i sama kakak2ku. Yang mayatlah orang gila medi gendruwo dll hingga aku jadi anak penakut.
Oke di kelas satu aku belajar menulis degan sabak dan grib.yang di pinjami oleh sekolah. Hasil pekerjaan dinilai pakai kapur oleh guruku. Kalau nilaiku bagus aku tempel ke pipi sehingga ada angka 10 di pipi ku. Sampai dirumah aku pamerkan kepada ibuku. Aku selalu juara di kelas.
Suatu saat ada acara perpisahan kelas 6. Aku tampil di pentas menyanyikan lagu Man Doplang. Gara2 itu aku di juluki Paman Doplang oleh teman2 ku. Waktu itu aku sangat malu dengan julukan itu.
Selama belajar di SD aku berangkat kesekolah dengan cokoran alias tanpa alas kaki. Sehingga waktu masuk SMP pakai sepatu terasa canggung
Tapi ketika ujian achir~ kelas 6 aku diharuskan memakai sepatu. Pagi2 aku bersama teman2ku berangkat ketempat ujian di Purwodadi yang berjarak 10 km dari rumahku. Aku dan teman2 naik dokar. Aku duduk didepan. E tiba2 kudanya kentut brut brut brut. Rupanya karena masih pagi kedinginan perutnya kembung mau be all. Betul juga prut prut bom2 berjatuhan. wah bau nya sedap. nempel di nervus olfactoriusku sampai sekarang.
Ujian dilaksanakan selama 2 hari dan hasilnya sangat memuaskan. Aku lulus dengan nilai 25 untuk 3 mata pelajaran. Akan tetapi yang tidak lulus banyak juga. Kalau tidak salah 7 dari 26 teman ku.
Malam sebelum pendaftaran ke SMP aku nangis keras gara2 ijasah ku sobek ketarik dari laci. Aku nangis gero2 takut kalau gak di terima di SMP. Aku kira logis lah. Maklum pemikiran anak2 masih polos.
Masuk smp aku menjalani test wawancara. Semua berjalan mulus. Achir nya aku diterima masuk di SMP N2 Purworejo. SMP paling top marto top dikota tsb.
Semasa usia SD ada satu peristiwa yang tidak bisa aku lupakan. Yakni ketika pulang sekolah ~merupakan kebiasaanku ~ dari kejauhan aku sudah teriak2 "buuu mana jajannya,. " Ketika itu ibu ku masih sibuk didapur. Jadi aku didiamkan saja. Aku tak sabar. Aku panjat almari makan. Suatu ketika lemari roboh. Aku tertindih. Ibu marah2 mulut ku di sumpal lombok. aku teriak2 nangis keras karena memang aku tidak doyan pedas.. He he kalau ingat aku jadi geli juga.
Oke itu tadi beberapa cuplikan ingatan yang dapat aku down load dari memoriku.
jbg 10.09-2007
Wednesday, September 5, 2007
Masa kecilku
Masa kecilku
Peristiwa waktu aku kecil ~ paling dini ~yang dapat aku ingat adalah peristiwa hajat pengantinan kakak pertamaku. Aku waktu itu masih berumur 4 ~ 5 tahun. Oleh orang tuaku acara itu dirayakan cukup meriah. Yang jadi seksi sibuk adalah adik sepupuku. Kapten Sumardi. Entah bagaimana dan untuk apa dia membawa kendaraan begitu banyak. Sekitar belasan mobil tentara. Ada gaze mobil rusia masih baru2 dan truk2 mengangkut kursi. Dia sangat jaya. Mungkin komandan. Maklum pangkat segitu saat itu sudah cukup tinggi. Jendral belum banyak seperti sekarang. Aku senang sekali bisa bermain naik turun mobil. Pegang stir. Bahkan teman2 bermain ada yang mencium bekas telapak ban mobil kalau habis lewat. Katanya enak bau bensin-~ atau teletong kerbau~ aku tidak tahu. He he.
Peristiwa lain aku ingat ketika kakak ke dua ku pulang. Beliau kerja di bapindo jakarta. Waktu pulang aku dibelikan mobil2an yang kalau digosok kan ke lantai bunyi mendesing dan meluncur lari. Pernah suatu ketika aku mau dimandikan-sore hari. Aku tidak mau. Atau mau tapi dengan sarat harus digendong keliling rumah dulu. Kakak keduaku dengan sabar memenuhi permintaan ku tsb. Sarat kedua mandinya hanya digebyur satu kali. Edaan. Inipun beliau kabulkan. Setelah besar aku baru tahu bahwa kakak ku itu memang sangat penyabar.
Dengan kakak ketigaku aku ingat. Dia sangat pendiam. Hingga sangat berwibawa. Dia mahasiswa fk ugm. Kalau pulang biasa tidur bersamaku. Bangun tidur pagi sering aku bergurau sampai kelewatan. Guling sampai putus bantal jebol. Bisa dibayangkan karena terbuat dari kapuk randu.kapas ber hambur an Kalau udah gitu ibu yang marah2 sapu mampir ke punggung sampai babak belur.
Kakak keempat lain lagi. Aku bisa naik motor karena jasa beliau. Belajar pakai DKW. Motor yang kopling dan persneling nya ditangan kiri dan harus di genjot dulu. Asik putar2 sekitar gedung sate bandung. Aku kelas 6 SR waktu itu. Habis itu cari colenak tape bakar dan diberi gula. Sekarang makanan itu sudah sangat jangka. Pernah di penghujung 2006 aku mencari nya tapi sudah tidak ketemu lagi.
Masuk smp aku harus kos. Segala kebutuhanku diurus oleh kakak kelima. Maklum anak ragil jadi aku agak manja. Ketika aku kelas dua smp beliau sakit tipus dan meninggal. Beliau wafat di usia 20an. Aku sangat kehilangan. Sejak itu aku harus mandiri.
Kenangan dengan kakak ke enam. Aku tidak begitu ingat karena beliau merantau ke jakarta dan jarang pulang. Hanya aku ingat ketika aku merit aku dihadiahi radio tape recorder. Demikian kenangan masa kecilku yang masih melekat dibenakku. Sebenarnya masih ada satu peristiwa lagi yang aku ingat yaitu ketika kakek ku meninggal. Waktu itu aku sudah kelas 2 SD. Aku sangat takut akan mayat. Sehingga aku bingung mau tidur dimana malam nanti. Karena ortu pasti kerumah kakek. Aku bilang ke temanku untk numpang tidur nanti malam. Walau bayar kalau perlu. Temanku marah. Emang uang dari mana ya. Tapi beruntung aku karena aku dititipkan kerumah bulik sehingga aku bisa tidur pulas malam itu.
Oke itu tadi cerita masa kecilku penerawanganku menjelang tidur.
Peristiwa waktu aku kecil ~ paling dini ~yang dapat aku ingat adalah peristiwa hajat pengantinan kakak pertamaku. Aku waktu itu masih berumur 4 ~ 5 tahun. Oleh orang tuaku acara itu dirayakan cukup meriah. Yang jadi seksi sibuk adalah adik sepupuku. Kapten Sumardi. Entah bagaimana dan untuk apa dia membawa kendaraan begitu banyak. Sekitar belasan mobil tentara. Ada gaze mobil rusia masih baru2 dan truk2 mengangkut kursi. Dia sangat jaya. Mungkin komandan. Maklum pangkat segitu saat itu sudah cukup tinggi. Jendral belum banyak seperti sekarang. Aku senang sekali bisa bermain naik turun mobil. Pegang stir. Bahkan teman2 bermain ada yang mencium bekas telapak ban mobil kalau habis lewat. Katanya enak bau bensin-~ atau teletong kerbau~ aku tidak tahu. He he.
Peristiwa lain aku ingat ketika kakak ke dua ku pulang. Beliau kerja di bapindo jakarta. Waktu pulang aku dibelikan mobil2an yang kalau digosok kan ke lantai bunyi mendesing dan meluncur lari. Pernah suatu ketika aku mau dimandikan-sore hari. Aku tidak mau. Atau mau tapi dengan sarat harus digendong keliling rumah dulu. Kakak keduaku dengan sabar memenuhi permintaan ku tsb. Sarat kedua mandinya hanya digebyur satu kali. Edaan. Inipun beliau kabulkan. Setelah besar aku baru tahu bahwa kakak ku itu memang sangat penyabar.
Dengan kakak ketigaku aku ingat. Dia sangat pendiam. Hingga sangat berwibawa. Dia mahasiswa fk ugm. Kalau pulang biasa tidur bersamaku. Bangun tidur pagi sering aku bergurau sampai kelewatan. Guling sampai putus bantal jebol. Bisa dibayangkan karena terbuat dari kapuk randu.kapas ber hambur an Kalau udah gitu ibu yang marah2 sapu mampir ke punggung sampai babak belur.
Kakak keempat lain lagi. Aku bisa naik motor karena jasa beliau. Belajar pakai DKW. Motor yang kopling dan persneling nya ditangan kiri dan harus di genjot dulu. Asik putar2 sekitar gedung sate bandung. Aku kelas 6 SR waktu itu. Habis itu cari colenak tape bakar dan diberi gula. Sekarang makanan itu sudah sangat jangka. Pernah di penghujung 2006 aku mencari nya tapi sudah tidak ketemu lagi.
Masuk smp aku harus kos. Segala kebutuhanku diurus oleh kakak kelima. Maklum anak ragil jadi aku agak manja. Ketika aku kelas dua smp beliau sakit tipus dan meninggal. Beliau wafat di usia 20an. Aku sangat kehilangan. Sejak itu aku harus mandiri.
Kenangan dengan kakak ke enam. Aku tidak begitu ingat karena beliau merantau ke jakarta dan jarang pulang. Hanya aku ingat ketika aku merit aku dihadiahi radio tape recorder. Demikian kenangan masa kecilku yang masih melekat dibenakku. Sebenarnya masih ada satu peristiwa lagi yang aku ingat yaitu ketika kakek ku meninggal. Waktu itu aku sudah kelas 2 SD. Aku sangat takut akan mayat. Sehingga aku bingung mau tidur dimana malam nanti. Karena ortu pasti kerumah kakek. Aku bilang ke temanku untk numpang tidur nanti malam. Walau bayar kalau perlu. Temanku marah. Emang uang dari mana ya. Tapi beruntung aku karena aku dititipkan kerumah bulik sehingga aku bisa tidur pulas malam itu.
Oke itu tadi cerita masa kecilku penerawanganku menjelang tidur.
Tuesday, September 4, 2007
2. Silsilah keluarga Bp DJAMRODJI
Bapak Djamrodji Atmowidjojo.
isteri~ Salbiah binti Haji Sanusi
anak 9 orang :
~sedyawati
~sedyaningsih
~dr sedijanto
~amirurasid BE.
~untung wariningsih
~hj untung wuryati rukmini
Bsc
~wafat balita
~wafat balita
~dr. h indro saswanto sp tht
isteri~ Salbiah binti Haji Sanusi
anak 9 orang :
~sedyawati
~sedyaningsih
~dr sedijanto
~amirurasid BE.
~untung wariningsih
~hj untung wuryati rukmini
Bsc
~wafat balita
~wafat balita
~dr. h indro saswanto sp tht
Bertemu ki Ageng Similikithi
Bertemu ki Ageng Similkithi
Di penghujung Agustus 2007, pagi2 menjelang fajar- aku iseng2 buka i.net sebagai penyaluran hobby ku
Aku ketik nama teman kuliahku dulu sewaktu di jogja. Dengan bantuan om Google aku temukan nama teman tadi.
Setelah aku buka ternyata ~nama tadi~ ada dalam tulisan seseorang yang memakai nama ki Ageng Similikithi. Mulanya aku tidak tahu siapa penulis tersebut. Tapi selintas rasanya aku pernah dengar nama itu.
Dalam benak, saya teringat akan nama mh ainun najib. Aku pikir dia~.karena kata Similikithi identik dengan ~kecil~kemlinthi~ beling~bethik ~yang kira2 sering di expresikan oleh kyai kanjeng alias MH.
Oke. Kalau tidak salah aku pernah melihat nama Similikithi di sebuah toko buku ternama, tapi kemarin aku cari sudah tidak ada lagi. Bahkan si penjaga bookstore nya tersenyum mendengar aku sebut nama similikithi. Gak tahu mungkin telinganya geli mendengar nama itu.
Aku penasaran aku kejar terus dia.
Dari tulisan2nya aku sangat tertarik karena lucu mbeling kadang sedikit nakal dan kurang ajar bisa membuat aku terpingkal2. Dari penasaran ku itu dan penelusuran tadi akhirnya kutemukan dia. Sang maestro.
Tapi betapa terkejutku ternyata ki Ageng adalah senior ku sewaktu kuliah di kedokteran ugm. Dan beliau saat ini telah berhasil menjadi manusia langka. Yang untuk orang indonesia hanya ada beberapa gelintir saja.
Dia bukan jago kandang. Tapi petarung yang handal di luar sana. Sampai2 aku tulis semacam puisi buat beliau dengan judul KAGUM.
Ki Ageng seorang blury yang ramah, ramai,dan kesan saya rendah hati. Perjalanan karir nya membuat orang terhenyak dan sangat membanggakan,
Dalam pertemuanku dengan ki Ageng ~meski hanya saling menyapa dalam dunia maya~ saya sangat senang. Rasanya dunia terputar kembali ke masa2 kuliah 35 tahun lalu. Oke mudah2an tulisan ini bisa menghadirkan lagi serpihan2 tempo dulu yang bertabur di jagad nyata ini.
Jombang. 2007
4 september
Di penghujung Agustus 2007, pagi2 menjelang fajar- aku iseng2 buka i.net sebagai penyaluran hobby ku
Aku ketik nama teman kuliahku dulu sewaktu di jogja. Dengan bantuan om Google aku temukan nama teman tadi.
Setelah aku buka ternyata ~nama tadi~ ada dalam tulisan seseorang yang memakai nama ki Ageng Similikithi. Mulanya aku tidak tahu siapa penulis tersebut. Tapi selintas rasanya aku pernah dengar nama itu.
Dalam benak, saya teringat akan nama mh ainun najib. Aku pikir dia~.karena kata Similikithi identik dengan ~kecil~kemlinthi~ beling~bethik ~yang kira2 sering di expresikan oleh kyai kanjeng alias MH.
Oke. Kalau tidak salah aku pernah melihat nama Similikithi di sebuah toko buku ternama, tapi kemarin aku cari sudah tidak ada lagi. Bahkan si penjaga bookstore nya tersenyum mendengar aku sebut nama similikithi. Gak tahu mungkin telinganya geli mendengar nama itu.
Aku penasaran aku kejar terus dia.
Dari tulisan2nya aku sangat tertarik karena lucu mbeling kadang sedikit nakal dan kurang ajar bisa membuat aku terpingkal2. Dari penasaran ku itu dan penelusuran tadi akhirnya kutemukan dia. Sang maestro.
Tapi betapa terkejutku ternyata ki Ageng adalah senior ku sewaktu kuliah di kedokteran ugm. Dan beliau saat ini telah berhasil menjadi manusia langka. Yang untuk orang indonesia hanya ada beberapa gelintir saja.
Dia bukan jago kandang. Tapi petarung yang handal di luar sana. Sampai2 aku tulis semacam puisi buat beliau dengan judul KAGUM.
Ki Ageng seorang blury yang ramah, ramai,dan kesan saya rendah hati. Perjalanan karir nya membuat orang terhenyak dan sangat membanggakan,
Dalam pertemuanku dengan ki Ageng ~meski hanya saling menyapa dalam dunia maya~ saya sangat senang. Rasanya dunia terputar kembali ke masa2 kuliah 35 tahun lalu. Oke mudah2an tulisan ini bisa menghadirkan lagi serpihan2 tempo dulu yang bertabur di jagad nyata ini.
Jombang. 2007
4 september
Subscribe to:
Posts (Atom)
