Friday, August 8, 2008

116. 888888

Hari ini

Hari ini memang terbilang istimewa. Bagaimana tidak. Hari ini tanggal 8 bulan 8 tahun dua ribu 8 jam 8 lewat 8 menit 8 detik. Bagi sebagian orang moment itu sangat berharga walau untuk saya sih biasa2 saja. Tidak ada peristiwa besar yang ingin saya kerjakan. Sayapun belum ingin mati pada momen tsb.
Waktu itu kalau Tuhan masih mengijinkan akan saya lalui sebagaimana detik2 waktu yang lain. Tidak ada rasa dan tidak ada getar yang lain. Mungkin ini terjadi juga pada anda. Yang membedakan, saya masih teringat akan ada detik itu dan anda tidak sama sekali.
Ingatan ini pun terjadi secara tiba2 saja, ketika communicator saya hang terpaksa saya matikan sehingga harus saya set jam hari dan tanggalnya. Wow ternyata tanggal 8 bulan 8 tahun dua ribu 8 jam 8 lewat 8 menit.
Suatu hal yang kebetulan saja.
Bagi ibu2 yang hamil genap bulan bisa saja memesan pada dokter kandungannya untuk mengeluarkan anaknya, tentu lewat operasi caesar agar anaknya lahir pada momen itu.
Tapi untuk apa? Ya.. untuk memenuhi dosis emosi saja dan untuk bangga2an.
Bagi yang mau nikah bisa juga diatur seperti itu dengan mas kawin emas seberat 888888 kg kalau punya, kalau gak ada ya pakai saja kreweng 888888 biji biar siisteri bisa bikin rumah dengan genteng itu.
Untuk yang mau hijrah bisa juga memakai momen itu. Kalau semuanya sudah lewat ya tunggu saja tanggal 9 bulan 9 tahun duaribu 9 jam 9 lewat 9 menit 9 detik ? Mungkin ini lebih afdol bagi sebagian orang dan lebih berhoki..
Siapa bilaang???

Monday, August 4, 2008

115. Hijrah

Hijrah

Kata hijrah sangat populer dikalangan pemeluk Islam.
Hijrah berarti berpindah entah itu berpindah tempat seperti yang dicontohkan Nabi saw dari Mekkah ke Madinah ataupun pindah dari hal yang buruk masuk ke hal yang baik.
Disamping itu kitapun kadang mengenal hijrah dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain.
Dalam agama islam pekerjaan hijrah ini cukup disukai. Walau demikian bukan berarti kita disuruh hijrah setiap saat setiap waktu, tetapi hijrahlah di saat dan tempat yang tepat.
Nabi sendiri untuk melaksanakan hijrah menunggu setelah situasi benar2 memaksanya harus berpindah artinya bukan pindah tanpa alasan. Dan beliau pun pernah gagal berhijrah (ke thaif) sehingga kembali lagi ke Mekkah. Pada hijrah yang kedua kalinya beliau berhasil dan sukses di Madinah.

Di dalam agama Islam dikatakan, tidak akan berubah nasib sesuatu kaum kecuali oleh kaum itu sendiri, jadi tidak akan berubah nasib seseorang kecuali oleh orang yang bersangkutan.
Sipenulis sendiri telah merasakan nikmatnya berhijrah dimana disamping rejeki yang memang juga ikut berubah tetapi pengalaman hidup yang berganti dan dinamik sangat menyegarkan.
Kala itu masih muda jiwa masih membara pindah2 merupakan hal yang mengasyikkan sampai2 ada yang mengatakan hidup kok seperti tikus boyong sana boyong sini. Tetapi ketika itu sipenulis yakin bahwa dengan cara berhijrah itu dia akan mendapatkan apa yang diidamkannya.
Hanya setelah umur semakin tua dan kehidupan makin komplex penulis tidak berani hijrah lagi karena kehidupan baginya sekarang menghendaki kemapanan dan ketenangan.
Bagi kawula muda berhijrahlah kalau ada kesempatan namun harus pada saat, tempat dan perhitungan yang tepat, insyaallah apa yang anda idamkan akan terkabul.
Selamat berhijrah.
Hijrah perlu keberanian.............

Friday, August 1, 2008

114. Coblosan

Coblosan

Ini suatu hal yang unik. Bagi yang terlibat mungkin sangat menikmatinya. Bahkan kadang2 terkesan keterlaluan. Kita yang melihatpun bisa senyum2 dengan ulah mereka.
Misal yang satu ini, panitianya, sampai2 ada yang berdandan ala warok, atau berkostum punokawan, surjan blangkon. Wah gak taulah gejala apa ini sebenarnya. Juga teropnya ada yang dihias macem2, ada yang pakai gebyog ala panggung pengantin bahkan pakai musik segala. Sebenarnya sih sah2 saja. Tapi terasa maaf kurang waras. Childish, anehnya ide itu diterima oleh kelompok ditempat itu. Belum lagi dananya, sepertinya buang2 uang saja, yang tak urung juga minta sumbangan dari para warga. Dan hasilnya ...... sekedar clometan.
Apakah ini gejala ketidak seriusan dari sebuah komunitas yang ingin lari dari kenyataan, lari dari kemiskinan, ketertekanan, lari dari kesulitan hidup, sehingga lari dari keseriusan?
Mungkin juga akibat dari ketertindasan yg dialami sebuah bangsa selama berabad2.

Coblosan kadang disebut sebagai pesta demokrasi. Habis dimana2 banyak duit dihambur2kan sehingga layak disebut pesta. Namun akibat perilaku para pemimpin yang kadang menciderai constituennya ahir2 ini nampak ketidak pedulian para masyarakat pada acara pesta itu... dimana mereka acuh dengan hingar bingarnya acara tersebut.
Ditahun 1955 dimana coblosan pertama kali diadakan rakyat sangat antusias. Mereka bebas tanpa merasa ada tekanan politik, para pemimpinpun mempunyai visi misi yang jelas, masih mempunyai nilai2 yang bagus dimata pendukungnya.
Saat itu politik idiologis sangat jelas, ada nasionalis agama dan komunis, yang mana tentu saja sering berbenturan sehingga membawa korban baik politis maupun physik dan materi. Coblosan saat itu paling bergairah bagi masyarakat.
Di tahun 1971 (?) coblosan diadakan lagi. Masyarakat masih bebas memilih, tetapi lima tahun kemudian ketertekanan sangat terasa mereka diarahkan memilih partai tertentu yang mau tidak mau harus mereka pilih. Demikian bertahun2 mereka alami sampai tiba zamannya reformasi.
Diawal masa reformasi (?) coblosan bergairah lagi. Warga memilih para pemimpin2 bangsa lewat parpol idolanya. Dengan penuh harapan mereka memilih untuk sebuah perbaikan nasib bangsa. Tetapi setelah tampilan para pemimpin terpilih ternyata sangat jauh dari harapan membuat masyarakat belakangan ini kurang berminat untuk mencoblos atau mereka memilih untuk tidak memilih alias golput.
Apalagi kalau ada putaran kedua untuk pemilihan kepala daerah maka yang jagonya sudah kalah tentu saja malas untuk pergi kebilik coblosan. Itu teorinya tapi benarkah demikian? karena dijaman yang materialistis ini suarapun bisa dijadikan barang komodity.
Voice is money ???
xx

Tuesday, July 29, 2008

113. Argowilis (2)

Argowilis 2

Kali ini saya akan menulis laporan perjalanan situasi bentangan alam sekitar jalur perjalanan kereta argowilis dari Jombang sampai Bandung.
Lepas dari setasiun jombang jam 8.30. Begitu masuk gerbong nomer 2 kursi 10AB..... Waduh gerbong sangat pengap, Ac setengah hidup, hawa dinginnya sudah tidak terasa. Seperti Ac kehabisan freon. Kontan banyak terdengar orang2 bersin bersautan. Sungguh tarip tiket yang tidak sesuai dengan jasa yang diberikan. Tapi lupakan saja deh hal itu memang perkereta apian dinegeri kita masih begitulah.
Melintas sungai Brantas di Kertosono nampak airnya tinggal sedikit jernih mengalir pelan.
Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun kanan kiri jalur kereta kering kerontang, Sungai Madiun yang sering banjir juga hanya ngecembeng dengan air yang loyo. Demikian pula Bengawan solo airnya tinggal ditengahnya saja sehingga Helikopter2 parkir ditepi sungai tidak digunakan lagi. Sampai Solo Klaten Jogja, Kali Progopun air nampak jernih ditengah mengalir tenang.
Solo Kutoarjo perjalanan sangat lancar karena disini jalur kereta sudah dobel track.
Jam 12.45 masuk stasiun Tugu Jogja.
Begitu mengijak daerah Bagelen sawah nampak gundul selesai dipanen.
Jenar, Montelan,kutoarjo kering namun pedesaan masih terasa hijau segar.
Jam 14.00 sampai stasiun Kutoarjo.
Barat kutoarjo mengagumkan saya, air disawah masih berlimpah. Tanaman padi nampak menguning tidak lama lagi akan dipanen. Sungai Jali, Luk ulo masih penuh air hijau kekuningan menandakan masih banyaknya mengandung humus. Teruss sampai Kebumen sawah nampak bak hamparan permadani kuning nan hijau. Desa2 masih segar daun2 pisang kelapa menghijau. Tampak pohon2 mangga mulai berbunga tahap ke 2 dimana tahap ke satu sudah mulai masak di ahir Juli ini.
Sepanjang perjalanan nampak tumbuh tumbuhan baru yang menjulang kelangit dari buah2an telkomsel indosat dsb.
Mendekati kebumen sawah sudah selesai dipanen. jerami2 dibakar disawah dan akan menjadi pupuk. Sebagian lahan ditanami kacang tannah dan baru mulai tumbuh. Kehidupan masyarakat nampak tenang tenteram sebagai umumnya suasana pedesaan sehabis panen...
Tepat pukul 14.56 kereta masuk terowongan Ijo selama kurang lebih 1 menit dengan kecepatan 70 km/jam. Suasana mendadak gelap dan hening. Keluar dari terowongan nampak rumah2 yg relatif pendek dan banyak rumpun2 bambu dan tepi jalur kadang dipagari tebing.
Udara sore terasa mulai panas. Ac kereta tidak mengatasi lagi, terpaksa saya membuka jaket.
Seperempat jam dari terowongan sawah menghijau lagi namun udara semakin panas.
melintas jalur nampak saluran irigasi yang sangat bagus, besar diplengseng semen batu, air melimpah rupanya ini dari waduk sempor.
Jam 15.15 masuk stasiun Korea (kroya).
Barat kroya daerah Sikampuk petani sedang memanen sawahnya air masih berlimpah, sejauh mata memandang sawah tampak menguning.
Sesampai Maos, sungai Serayu masih menggenang tinggi membawa kesuburan luar biasa didaerah ini.
Jam 15.47 masuk daerah berbukit dengan tanamam jati emas setinggi 2-3 meteran.
Kebarat lagi nampak kebun karet yang merangas daunnya kurang sedap dipandang mata. Lepas disana masuk lagi daerah persawahan yang luas sedang mulai berbunga.
jam 16 sampai didaerah dimana sangat banyak pohon kelapa yang begitu hijau masih pendek muda dan berbuah lebat.
16.12 masuk Sidareja daerah yg subur mirip Klaten dengan padi mulai berbunga.
16.20 sampai di Cipari tempat yg subur juga.
Kebarat mulai kering habis panen.
Rumah penduduk banyak dari anyaman bambu serta rendah2 khas rumah di pegunungan.
16.28 tiba di Meluwung nampak banyak kolam ikan.
Mendekati banjar ada sungai besar kalau tidak salah Citanduy airnya bersih tenang kehijauan mengundang keinginan untuk memancing. Pedesaan disini biasa2 saja. Perjalanan melambat karena ada perbaikan rel.
Mendekati Banjar pengairan bagus lagi kolam2 ikan terawat. Saluran2 air disemen, bersih, air mengalir deras.
16.53 masuk stasiun Banjar.
Terus kebarat mulai menanjak pegunungan, matahari mulai gelap. Perjalanan lancar jarang berpapasan kereta. Kanan kiri berpagar tebing atau bertepi jurang.
17.25 tiba di kota Ciamis. Kereta mulai terasa sedikit dingin. Kereta melintas diatas jurang yang sangat dalam sekitar 50 meter saya cukup ngeri memandang ke bawah.
17.45 masuk Tasikmalaya.
Maaf laporan hanya sampai disini.
18.35 di malangbong....
20.30 Tiba di setasiun Bandung.
Argowilis 29 juli 2008.
menuju kancah Pit Perhati
Hyatt hotel.

Sunday, July 27, 2008

112. Masuk

Masuk

Masuk per definisi adalah 'gerakan menuju ke dalam' entah kedalam kamar, botol, ruang atau bahkan gawang.
Namun bisa juga meliputi gerakan abstrak seperti dalam term 'tidak masuk hitungan' 'masuk daftar absen' 'masuk angin' dsb.

Dalam kalimat bahasa Jawa sehari2 sering kita dengar ucapan '' mlebune metu endi ?'' terjemahannya '' masuknya keluar mana?''
Hehe aneh bukan? belum masuk kok sudah keluar.
Dospundi niki Maass??

Kocap kacarito dahulu dosen saya kalau menguji mahasiswa, setelah si mahasiswa mengetok pintu, maka dia harus menunggu sampai beliau bilang ''masuuk''..............
Kalau belum dipersilahkan sudah nrombol pasti diusir... ''keluaaar''...
Ada cerita lucu seputar kejadian ini, tapi biarlah Ki Ageng Similikithi saja yang cerita karena menyangkut teman beliau, sehingga akan lebih afdhol.
Gimana Ki? Semoga anda masih ingat, dan saya tunggu ceritanya.

Juga masih guru Ki Ageng yang lain, beliau yang satu ini terkenal sangat disiplin dan selalu on time. Setiap pagi jam 7 tet beliau pasti sudah 'masuk' kantor.
Selidik punya selidik (maaf Prof) ternyata beliau habis ngantar puterinya yang semata wayang masuk sekolah pagi.
Tapi saya percaya walau tidak untuk itupun beliau pasti pada jam tsb sudah datang, terbukti pada hari2 liburan sekolah.
Kami para mahasiswa sangat hormat akan kedisiplinan beliau yang sampai sekarang sulit dicari tandingannya.....

Ex mamaconga 70.
Wass. 4956 K.

Thursday, July 24, 2008

111. Jatuh

Jatuh

Beberapa kali dalam hidupnya dia jatuh.
Pertama ketika dia kelas satu SR. Ketika itu dia lagi bermain manjat pohon sawo setinggi dua meter. Sebenarnya dia sudah familier dengan pohon itu. Hampir tiap hari dia memanjatnya. Karena terbiasanya itu dia teledor sehingga tergelincir dan jatuh ketanah. Dia ingat betul kejadian itu. Ketika jatuh dia tidak bisa menangis tenggorokan rasa tersumbat. Mulut berteriak tetapi tidak keluar suara, kamisesegen, saking terkejutnya. Ternyata tulang selangkanya retak dan butuh beberapa hari tidak masuk sekolah.

Peristiwa kedua ketika dia kelas tiga SMA. Sore2 ketika itu dia main sepedaan didepan rumahnya yang kebetulan jalan aspalnya barusan diperbaiki dimana masih bertaburan kerikil2 kecil becampur pasir. Waktu itu belum ada model hotmix jadi setelah aspal dituang lalu ditaburi pasir. Kebetulan jalan didepan rumahnya itu berbelok dan turun tajam. Dia berboncengan dengan anak tetangganya, naik keatas, dan ketika turun jalannya kencang sekali. Karena yang dia bonceng anak kecil dan ketakutan maka dia bergerak2 sehingga keseimbanagn hilang dan jatuhlah mereka. Lumayan sepuluh hari tidak bisa sekolah. Maleolus lateralis dan calcaneusnya retak. Bukan main sakitnya. Sampai kinipun kalau dia loncat2 masih terasa njarem.

Jatuh yang ketiga ketika dia sudah kuliah di tingkat tiga. Waktu itu dia naik motor suzuki trail. Motor dia geber di jalan tanjakan mau masuk rumahnya. Deket pintu masuk rumah gasnya dia lepas full. Ternyata mesin motor trail melakukan engine break begitu kuatnya bagai ngerem mendadak. Motor terjungkal kedepan dan diapun terpelanting mendahului sepeda motor tersebut. Kacamata terpental pecah. Helm? ach saat itu belum musim orang pake helm. Belum ada kewajiban memakai helm. Lagi2 dia harus ngandang dirumah selama seminggu kerana luka2nya.

Peristiwa keempat terjadi ketika dia bertugas di Sulawesi selatan. Dengan motor suzuki inpres, lagi2 suzuki, dia sore itu pergi kekota. Maklum dia bertugas di pedalaman sepuluh kilometer dari kota. Ketika itu maunya jalan sore2 berbonceng dengan mantan pacar. Berduaan karena memang masih manten anyar. Dari arah depan terpancar sorot lampu mobil yang membuatnya silau sehingga tanpa diduga2 motornya yang masih gres itu menabrak tumpukan batu yang sampai memenuhi separuh badan jalan. Gilaaa. Gedubrak dia jatuh untung isterinya tidak luka sedikitpun tapi dia terpaksa istirahat dirumah selama dua belas hari kerana kakinya luka dan keseleo.

Seminggu sebelumnya dia juga ketiban apes. Kira2 jam lima sore dia berbonceng dengan cewek cantik ( isteri yg setia ) mau jalan2 kekota cari lauk. Belum jalan satu kilometer dari rumah dinasnya dia berpapasan dengan mobil pikup. Daannn cprottt telethong kerbau yang ditempat tugasnya disebut taik tedong nyemprot baju mereka. Sial bener....... dia putar balik pulang dan langsung keramas. Waduh baunya... sampai sekarang kalau dia ingat peristiwa itu hidungnya rasa2nya masih ambu2nen.........☺

Monday, July 21, 2008

110. Angin

Angin

Angin merupakan aliran udara dari tempat dingin, bertekanan tinggi, kedaerah panas atau bertekanan rendah.
Dia tidak tampak tetapi bisa dirasakan kehadirannya bahkan kadang hanya bisa ditangkap baunya.
Jangan diremehkan angin juga mempunyai tenaga yang dahsyat dan bisa mengangkat rumah, mobil, gerbong kereta, sapi, kerbau apalagi manusia.
Dia tidak memilih tempat, tergantung sipengendali mau diarahkan kemana. Tidak peduli pemukiman, persawahan ataupun perkebunan dengan mudah dia lalap.
Dia bisa dengan mudah menaklukkan pohon2 tinggi ''kemana angin bertiup kesitu arah condongnya ''.
Dalam kehidupan sehari2 ungkapan itu sangat mudah dijumpai. Banyak manusia2 yang hanya ikut arus tanpa mengetahui masalahnya. Bahasa spanyool nya '' anut grubyug''
Seorang teman saya... (bukan karena anut grubyug) .. walau sudah tampak kliwat seksi masih punya hobby ber ''kereta angin'' katanya sih untuk menambah kebugaran badan biar tidak gampang ''masuk angin'' ataupun terkena ''angin duduk'', walau sebenarnya obatnya gampang saja olesi dengan ''minyak angin'' wes ewes2 ''bablas angine''.
Lain lagi masku yang satu ini. Dia termasuk pendekar yang suka ''angin2an'' apalagi sebelum pangsiyun agak sulit ditangkap buntute.
Suka kesana kemari ''makan angin'' pokoke berputar2 kaya ''angin lesus'' ketempat para cucunda sambil mencari ''kabar angin'' barangkali jagonya lagi ''diatas angin''. Maklum lagi njago pilkate alias pilihan kepala erte.
Wah.. kok tambah gak keruan gini critanya....
Yo wis gak popo anggap saja ''angin lalu''.

Salam dari eyang bethoro yang suka ber ''angin angin'' di puncak argowilis.