Terbawa
Sekitar tahun 1974 terjadi banjir lahar yang besar dari gunung Merapi. Saat itu media informasi belum segencar kini sehingga selebriti2 semacam mbah Maridjan belum terexpose.
Banjir lahar dingin begitu hebatnya sehingga jembatan kali krasak di daerah Salam tempel sleman jebol. Hubungan Jogja Magelang terputus. Para penumpang bus harus turun menyeberang sungai krasak yang tertimbun pasir kering dan batu2 besar. Mereka berjalan kaki sejauh 500m untuk berganti bus diseberang sana.
Ketika itu saya masih kuliah tingkat empat di Ugm. Harinya hari sabtu bulannya bulan puasa. Saya mau pulang ke Salatiga sekaligus melihat kerusakan yang hebat akibat banjir lahar dingin itu.
Dengan naik bus saya mengambil tempat dibelakang sopir dekat jendela. Disamping kiri saya duduk seorang sorodadu membawa ransel yang diletakkan diatas tutup mesin bus berjajar dengan tas saya.
Sampai Salam seluruh penumpang turun untuk berganti bus diseberang.
Sang sorodadu nampak tergesa2 dia sambar tas saya dan bergegas turun menyeberang sungai. Saya terbengong sejenak lalu saya kejar. Tapi langkah tentara itu sangat cepat sambil menyalip penumpang2 lain yang keberatan membawa barang bawaan. Sesampai seberang sana baru saya bisa mengejar dia.
'' Maaf pak, itu tas saya ''
'' Ha? oh maaf dik....... dimana ransel saya?''
'' Masih di bus pak?''
'' Waduh isinya pestool dik ''
Dia bergegas balik ke bus, dan setelah beberapa lama saya tunggu tampak dia kembali dengan menenteng ranselnya. Wajahnya nampak berbinar.
'' Untung dik masih ada ''
'' pistoolnya pak''
'' Iya ini masih utuh. Ayo makan dulu dik''
Saking gembiranya dia mengajak saya makan ke warung.
'' Wah maaf pak saya puasa ''
'' Oya.. lupa aku juga puasa ''
Agak pikun rupanya sorodadu satu ini, mungkin lagi banyak problem diotaknya sampai2 tas pakaianku ''terbawa'' oleh dia.
Tapi saya pikir................
''lumayan'' gak usah nenteng tas sendiri ketika nyeberang sungai krasak yang lagi kena banjir lahar dingin itu.
Ahirnya kamipun meneruskan perjalanan dan sesampai di Magelang sang Sorodadu turun sedang saya.. lanjut ke Salatiga.
Friday, July 18, 2008
Tuesday, July 15, 2008
108. Terbang
Terbang
Sewaktu kecil aku berkeinginan bisa terbang melayang2 diawan bagaikan burung......(klasik, klise)
Layaknya anak2 yang lain saya kagum kenapa burung bisa terbang, pesawat bisa mengudara, layang2 bisa menari2 dilangit.
Kadang akupun bercita2 jadi penerbang atau pilot pesawat, bukan penerbang penabuh terbang alias tukang kendang.
Saat kelas VI SR aku pernah diajak kakakku melihat alat yang diputar untuk melihat pengaruh gravitasi pada calon2 penerbang. Orangnya dimasukkan kedalam tabung semacam kokpit lalu diputar. Kalau tidak tahan tentu vertigo dan muntah2. Ketika itu anganku melambung antara takut dan berani menjadi pilot.
Kini setelah badan 'kelewat seksi' cita2 itu sudah tidak pernah muncul lagi lha wong mencolot dari pohon dewondaru saja dah ngglundung sampai pringisan kok mau terbang layang, wis nggak dech.
Sekarang malahan tambah takut kalau mau terbang kemana2. Takut jatuh, takut mati, padahal orang mati paling banyak diatas tempat tidur ya ... bukan diatas pesawat kan ... tapi nggak tahu saya kok malah makin cinta sama tempat tidur dan takut pesawat.
Terbang memang nyaman ... nun jauh dilangit biru bebas me layang2 ... tidak ada penghalang, meluncur, meliuk kesana kemari ... se bebas2nya.
Selamat terbang... melanglang buana .. menjelajah jagad raya ......
Sewaktu kecil aku berkeinginan bisa terbang melayang2 diawan bagaikan burung......(klasik, klise)
Layaknya anak2 yang lain saya kagum kenapa burung bisa terbang, pesawat bisa mengudara, layang2 bisa menari2 dilangit.
Kadang akupun bercita2 jadi penerbang atau pilot pesawat, bukan penerbang penabuh terbang alias tukang kendang.
Saat kelas VI SR aku pernah diajak kakakku melihat alat yang diputar untuk melihat pengaruh gravitasi pada calon2 penerbang. Orangnya dimasukkan kedalam tabung semacam kokpit lalu diputar. Kalau tidak tahan tentu vertigo dan muntah2. Ketika itu anganku melambung antara takut dan berani menjadi pilot.
Kini setelah badan 'kelewat seksi' cita2 itu sudah tidak pernah muncul lagi lha wong mencolot dari pohon dewondaru saja dah ngglundung sampai pringisan kok mau terbang layang, wis nggak dech.
Sekarang malahan tambah takut kalau mau terbang kemana2. Takut jatuh, takut mati, padahal orang mati paling banyak diatas tempat tidur ya ... bukan diatas pesawat kan ... tapi nggak tahu saya kok malah makin cinta sama tempat tidur dan takut pesawat.
Terbang memang nyaman ... nun jauh dilangit biru bebas me layang2 ... tidak ada penghalang, meluncur, meliuk kesana kemari ... se bebas2nya.
Selamat terbang... melanglang buana .. menjelajah jagad raya ......
Saturday, July 12, 2008
107. SIM
SIM
SIM bisa berarti surat izin mengemudi, surat ijin menikah, surat ijin mengutang, mencuri, membangun, membuka praktek... dah pokoknya surat ijin apa sajalah terserah anda.
Dinegeri ini dan dinegeri manapun SIM harus dimiliki untuk bisa melakukan sebuah aktifitas yang berkait dengan masyarakat umum.
Saya kira hal ini sangat baik, agar semuanya bisa tertib dan teratur serta terkontrol.
Tanpa surat ijin pasti semuanya akan jadi pating blekacèng alias amburadul.
Sayang didalam proses peng'urus'annya kadang menyulitkan bagi yang berkepentingan walau beberapa instansi sudah mulai berbenah diri dengan cara mempercepat waktu pemrosesan, mempermudah proses, mendekatkan pelayanan semacam jemput bola, memangkas prosedur, menekan biaya dlsb.
Saya kira kebijakan2 yang memang mempermudah memperlancar serta memperingan para user sangat perlu didukung.
Sudah sangat sering kita dengar masalah hambatan2 birokrasi ( biro crazy? ) yang dulu populer dengan mottonya:
''kenapa harus dipermudah kalau bisa dipersulit?'' maka kiranya sudah saatnya motto itu untuk dibalik menjadi :
'' kenapa harus dipersulit kalau 'ybs' ..........''
Walah ya sama saja.
Setali tiga uang................... toh UUD juga.
SIM bisa berarti surat izin mengemudi, surat ijin menikah, surat ijin mengutang, mencuri, membangun, membuka praktek... dah pokoknya surat ijin apa sajalah terserah anda.
Dinegeri ini dan dinegeri manapun SIM harus dimiliki untuk bisa melakukan sebuah aktifitas yang berkait dengan masyarakat umum.
Saya kira hal ini sangat baik, agar semuanya bisa tertib dan teratur serta terkontrol.
Tanpa surat ijin pasti semuanya akan jadi pating blekacèng alias amburadul.
Sayang didalam proses peng'urus'annya kadang menyulitkan bagi yang berkepentingan walau beberapa instansi sudah mulai berbenah diri dengan cara mempercepat waktu pemrosesan, mempermudah proses, mendekatkan pelayanan semacam jemput bola, memangkas prosedur, menekan biaya dlsb.
Saya kira kebijakan2 yang memang mempermudah memperlancar serta memperingan para user sangat perlu didukung.
Sudah sangat sering kita dengar masalah hambatan2 birokrasi ( biro crazy? ) yang dulu populer dengan mottonya:
''kenapa harus dipermudah kalau bisa dipersulit?'' maka kiranya sudah saatnya motto itu untuk dibalik menjadi :
'' kenapa harus dipersulit kalau 'ybs' ..........''
Walah ya sama saja.
Setali tiga uang................... toh UUD juga.
Wednesday, July 9, 2008
106. Marah
Marah
Marah merupakan expresi akibat naiknya kadar adrenalin dalam darah. Aku masih ingat ketika praktikum sewaktu sekolaah dulu. Seekor kucing yang sudah dibius aku suntik adrenalin dosis tinggi ternyata bulu2nya langsung berdiri bak seekor kucing yang lagi marah besar walau dia dalam kondisi tidak sadar.
Untuk mengatasi marah Nabi Muhammmad saw mengajarkan, kalau kamu marah duduklah jika belum juga reda berbaringlah jika masih marah tidurlah. Insyaallah marah akan pergi.
Lain lagi temenku kalau marah dia salurkan energinya kedalam suatu pekerjaan sampai marahnya reda. Mulut dikunci rapat2 langsung dia mengerjakan apa saja yang dia bisa lakukan.
Celakanya temen yang lain kalau marah dia sikat semua makanan yang dia jumpai.
Makanan dimeja ludes teman2nya yang pulang belakangan sudah tidak kebagian. Dia pakai matak aji Kumbokarno.
Ada lagi yang mengambil jalan displacement kalau lagi marah. Marah dikantor dibawa2 pulang orang2 serumah kena damprat semua....... ee kucing yang gak tahu apa2 pun kena tendang...... keciaan deh.
Marah kadang identik dengan tindak kekerasan tempeleng, pukul, tonjok, tendang, tusuk, gebug dll tapi ada juga yang langsung tancap gas ngebut dijalan raya. Wuzzzz wah berbhahayyya.......
Sungguh bijak lah kalau kita mengambil petunjuk yang di berikan nabi seperti yang telah disampaikan diatas.
Marah... duduk .... baring..... tidur ........ Bereess!!
Amien.. semoga.
Marah merupakan expresi akibat naiknya kadar adrenalin dalam darah. Aku masih ingat ketika praktikum sewaktu sekolaah dulu. Seekor kucing yang sudah dibius aku suntik adrenalin dosis tinggi ternyata bulu2nya langsung berdiri bak seekor kucing yang lagi marah besar walau dia dalam kondisi tidak sadar.
Untuk mengatasi marah Nabi Muhammmad saw mengajarkan, kalau kamu marah duduklah jika belum juga reda berbaringlah jika masih marah tidurlah. Insyaallah marah akan pergi.
Lain lagi temenku kalau marah dia salurkan energinya kedalam suatu pekerjaan sampai marahnya reda. Mulut dikunci rapat2 langsung dia mengerjakan apa saja yang dia bisa lakukan.
Celakanya temen yang lain kalau marah dia sikat semua makanan yang dia jumpai.
Makanan dimeja ludes teman2nya yang pulang belakangan sudah tidak kebagian. Dia pakai matak aji Kumbokarno.
Ada lagi yang mengambil jalan displacement kalau lagi marah. Marah dikantor dibawa2 pulang orang2 serumah kena damprat semua....... ee kucing yang gak tahu apa2 pun kena tendang...... keciaan deh.
Marah kadang identik dengan tindak kekerasan tempeleng, pukul, tonjok, tendang, tusuk, gebug dll tapi ada juga yang langsung tancap gas ngebut dijalan raya. Wuzzzz wah berbhahayyya.......
Sungguh bijak lah kalau kita mengambil petunjuk yang di berikan nabi seperti yang telah disampaikan diatas.
Marah... duduk .... baring..... tidur ........ Bereess!!
Amien.. semoga.
Monday, July 7, 2008
105. Polisi
Polisi
Kadang dia merasa iba melihat polisi yang sedang bertugas berhujan2an atau berpanas2 kena teriknya matahari ditengah kepulan asap kendaraan bermotor.
Tapi kata temanku yang kebetulan jadi polisi '' azh itu mah sudah tugas kami jadi itulah resiko jadi polisi ''
Kadang dia sebel kalau bertemu polisi karena kena tilang.
Bagaimana tidak sebel perjalanan terganggu belum lagi harus menyelesaikan urusan denda, pengadilan dan lainnya. Lebih senenglah kalau bisa jangan sampai kena tilang atau kalau bisa ya selesaikan urusan ditempat pelanggaran.
Kata temen yang jadi polisi ''kami juga sebel kenapa para pemakai jalan tidak mau berdisiplin''
Kalau aku sih lebih sebel lagi kalau melihat Bus2 besar yang dengan seenaknya melanggar marka jalan dan menyalip deretan2 mobil yang sedang berjalan bertertib ria. Seolah dia tidak takut polisi.
Kadang dia bangga melihat polisi yang berbadan tegap2 berseragam rapi dan bersikap santun kepada masyarakat yang lagi butuh pertolongan dan perlindungannya.
Kata temanku yang polisi ''memang kami bertugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat yang setiap saat siap membantu jika diperlukan''
Kadang dia takut kalau bertemu polisi yang lagi melakukan sweeping padahal surat2 lengkap, sim stnk juga dibawa.
Takut barangkali ada hal2 kecil yang terlupakan. Mungkin Nopol yang tidak standard, atau spion hilang, lampu tidak nyala, kaca film terlalu gelap, tutup pentil yang hilang dll.
Kata teman ku yang polisi ''kenapa takut kalau memang semuanya lengkap''
Kadang dia ngeri kalau melihat polisi berbenturan dengan mahasiswa. Mereka anak2 bangsa kenapa mesti penthung2an sampai kepala bocor, diseret di tonjok.
Kata temenku yang polisi ''itu sih kami hanya mempertahankan diri''.
Dia menangis kalau melihat ..................
Dia terkagum2 kalau melihat .................
Kata temanku .........'' ah biasa saja kok gak ada yang istimewa ''
Nah lu bener kan ?
Kadang dia merasa iba melihat polisi yang sedang bertugas berhujan2an atau berpanas2 kena teriknya matahari ditengah kepulan asap kendaraan bermotor.
Tapi kata temanku yang kebetulan jadi polisi '' azh itu mah sudah tugas kami jadi itulah resiko jadi polisi ''
Kadang dia sebel kalau bertemu polisi karena kena tilang.
Bagaimana tidak sebel perjalanan terganggu belum lagi harus menyelesaikan urusan denda, pengadilan dan lainnya. Lebih senenglah kalau bisa jangan sampai kena tilang atau kalau bisa ya selesaikan urusan ditempat pelanggaran.
Kata temen yang jadi polisi ''kami juga sebel kenapa para pemakai jalan tidak mau berdisiplin''
Kalau aku sih lebih sebel lagi kalau melihat Bus2 besar yang dengan seenaknya melanggar marka jalan dan menyalip deretan2 mobil yang sedang berjalan bertertib ria. Seolah dia tidak takut polisi.
Kadang dia bangga melihat polisi yang berbadan tegap2 berseragam rapi dan bersikap santun kepada masyarakat yang lagi butuh pertolongan dan perlindungannya.
Kata temanku yang polisi ''memang kami bertugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat yang setiap saat siap membantu jika diperlukan''
Kadang dia takut kalau bertemu polisi yang lagi melakukan sweeping padahal surat2 lengkap, sim stnk juga dibawa.
Takut barangkali ada hal2 kecil yang terlupakan. Mungkin Nopol yang tidak standard, atau spion hilang, lampu tidak nyala, kaca film terlalu gelap, tutup pentil yang hilang dll.
Kata teman ku yang polisi ''kenapa takut kalau memang semuanya lengkap''
Kadang dia ngeri kalau melihat polisi berbenturan dengan mahasiswa. Mereka anak2 bangsa kenapa mesti penthung2an sampai kepala bocor, diseret di tonjok.
Kata temenku yang polisi ''itu sih kami hanya mempertahankan diri''.
Dia menangis kalau melihat ..................
Dia terkagum2 kalau melihat .................
Kata temanku .........'' ah biasa saja kok gak ada yang istimewa ''
Nah lu bener kan ?
Thursday, July 3, 2008
104. Tilang
Tilang
Tilang asal muasalnya merupakan singkatan dari kata 'bukti pelanggaran'. Bukti tersebut menunjukkan bahwa kita telah melakukan pelanggaran atas aturan lalulintas. Dari situlah muncul ungkapan2 'kena tilang' 'ada tilang' 'denda tilang' ' di tilang' 'tilang gabungan' dsb.
Kalau anda lagi apes kena tilang, anda akan diberi ''surat tilang'' berupa formulir bukti pelanggaran lalulintas. Sebaiknya anda minta form /slip/ blanko yang berwarna biru jangan yang merah.
Form Merah berarti anda menyangkal telah melanggar rambu lalin. Konsekwensinya anda harus menjalani proses peradilan di kantor pengadilan pada hari yang ditentukan.
Anda akan kehilangan tenaga dan waktu, untuk antri dipengadilan yang jam proses pengadilannya sering molor2.Setelah itu anda membayar denda baru kemudian mengambil sim yang ditahan.
Form biru berarti anda mengakui kesalahan anda, sehingga anda bisa langsung bayar ke BRI saat itu juga tanpa melalui proses pengadilan dan selanjutnya anda bisa mengambil sim di Polsek / tempat anda kena tilang.
Yang menjadi masalah kalau lokasi tempat tilang berjauhan dengan tempat tinggal anda, maka siap2lah kehilangan uang tenaga dan waktu dan untuk mengurusnya. Ya.. kalau setahun sekali, kalau berkali2 tentu akan sangat menyulitkan.
Jalan 'damai' mungkin akan anda tempuh. Tetapi itu bukan tindakan terpuji bukan? Lagian dalam rangka penegakan disiplin, polantas juga dilarang menerima uang tiitipan, uang damai ataupun uang apalah namanya. Sehingga..................................
Yo wis ati2 saja.
Jangan sampai kena tilang........
Kalau sudah terlanjur kena..................?
Nikmati saja.
Tilang asal muasalnya merupakan singkatan dari kata 'bukti pelanggaran'. Bukti tersebut menunjukkan bahwa kita telah melakukan pelanggaran atas aturan lalulintas. Dari situlah muncul ungkapan2 'kena tilang' 'ada tilang' 'denda tilang' ' di tilang' 'tilang gabungan' dsb.
Kalau anda lagi apes kena tilang, anda akan diberi ''surat tilang'' berupa formulir bukti pelanggaran lalulintas. Sebaiknya anda minta form /slip/ blanko yang berwarna biru jangan yang merah.
Form Merah berarti anda menyangkal telah melanggar rambu lalin. Konsekwensinya anda harus menjalani proses peradilan di kantor pengadilan pada hari yang ditentukan.
Anda akan kehilangan tenaga dan waktu, untuk antri dipengadilan yang jam proses pengadilannya sering molor2.Setelah itu anda membayar denda baru kemudian mengambil sim yang ditahan.
Form biru berarti anda mengakui kesalahan anda, sehingga anda bisa langsung bayar ke BRI saat itu juga tanpa melalui proses pengadilan dan selanjutnya anda bisa mengambil sim di Polsek / tempat anda kena tilang.
Yang menjadi masalah kalau lokasi tempat tilang berjauhan dengan tempat tinggal anda, maka siap2lah kehilangan uang tenaga dan waktu dan untuk mengurusnya. Ya.. kalau setahun sekali, kalau berkali2 tentu akan sangat menyulitkan.
Jalan 'damai' mungkin akan anda tempuh. Tetapi itu bukan tindakan terpuji bukan? Lagian dalam rangka penegakan disiplin, polantas juga dilarang menerima uang tiitipan, uang damai ataupun uang apalah namanya. Sehingga..................................
Yo wis ati2 saja.
Jangan sampai kena tilang........
Kalau sudah terlanjur kena..................?
Nikmati saja.
Tuesday, July 1, 2008
103. Ada
Ada
Suatu saat seorang dosen dibelahan dunia sana lagi mengajar mahasiswanya. Dia sedang menerangkan quantum, bagian terkecil dari atom.
Entah awalnya gimana diskusi berkembang menjadi siapa yang menciptakan quantum tersebut.
Seorang mahasiswa menyampaikan pendapatnya bahwa yang mencipta adalah Tuhan.
'' Anda percaya Tuhan itu ADA?'' tanya sang dosen.
'' Begitulah, saya diajarkan oleh orangtua ''
'' Bagus, anda pernah melihatnya?''
''.Belum Prof ''
'' Oke... kalo gitu sama dengan bo'ong dong. tuhan TIDAK ADA ''
'' ??????''
'' Boleh tanya prof? ''
'' Iya silahkan ''
'' Professor apa ada mempunyai otak?''
'' Jelas dong ''
'' Apa Professor pernah melihatnya?''
'' Ha ..... gila lu ''
'' Wah.. kalao gitu tidak ada, sama juga bo'ong dong... alias kothong.''
'' Oke2... oke. kau mahasiswa yang pintar. Ayo kita cari sarapan dulu. Saya tadi belum makan jadi otak saya kothong.''
???????
☺☺☺☺
h h h h
.. .. .. ..
'' ngomong2 Tuhan itu dimana ya?''
''di hati prof ''
''Kalu dihati, berarti tuhan banyak dong sebanyak hatinya orang, padahal katamu tuhan cuma satu''
''ach?''
''didalam ka'bah mungkin''
''Ah.. ka'bah? tak mungkin prof, luasnya ka'bah impossibel bisa menampung 'besar' nya Allah?''
'' lalu dimana? di bumi, di langit, di surga, neraka pun kalah besar dengan Allah, karena U know Allah maha besar''
''Benar.. memang Allah meliputi segala ciptaanNya, karena Dia maha besar''
''Oke kalau gitu Dia tidak terikat ruang, karena Dia ada dimana2''
''Ya... Dia tidak terikat ruang dan waktu, bagi Allah seratus milyard tahun yang lalu dan seratus milyard tahun yang akan datang sama saja, kan Dia maha tahu''
''Good 3x... saya lebih yakin deh... Allah, ada, hanya satu, tidak terikat dimensi ruang, tidak terikat dimensi waktu....... en U sekarang musti bayar ini sarapan karena I lupa bawa dompet''
Si mahasiswa pun ngedumel......................
''Ach dasar otak professor, jangan2 udah sarapanpun lupa''
)☺(
Suatu saat seorang dosen dibelahan dunia sana lagi mengajar mahasiswanya. Dia sedang menerangkan quantum, bagian terkecil dari atom.
Entah awalnya gimana diskusi berkembang menjadi siapa yang menciptakan quantum tersebut.
Seorang mahasiswa menyampaikan pendapatnya bahwa yang mencipta adalah Tuhan.
'' Anda percaya Tuhan itu ADA?'' tanya sang dosen.
'' Begitulah, saya diajarkan oleh orangtua ''
'' Bagus, anda pernah melihatnya?''
''.Belum Prof ''
'' Oke... kalo gitu sama dengan bo'ong dong. tuhan TIDAK ADA ''
'' ??????''
'' Boleh tanya prof? ''
'' Iya silahkan ''
'' Professor apa ada mempunyai otak?''
'' Jelas dong ''
'' Apa Professor pernah melihatnya?''
'' Ha ..... gila lu ''
'' Wah.. kalao gitu tidak ada, sama juga bo'ong dong... alias kothong.''
'' Oke2... oke. kau mahasiswa yang pintar. Ayo kita cari sarapan dulu. Saya tadi belum makan jadi otak saya kothong.''
???????
☺☺☺☺
h h h h
.. .. .. ..
'' ngomong2 Tuhan itu dimana ya?''
''di hati prof ''
''Kalu dihati, berarti tuhan banyak dong sebanyak hatinya orang, padahal katamu tuhan cuma satu''
''ach?''
''didalam ka'bah mungkin''
''Ah.. ka'bah? tak mungkin prof, luasnya ka'bah impossibel bisa menampung 'besar' nya Allah?''
'' lalu dimana? di bumi, di langit, di surga, neraka pun kalah besar dengan Allah, karena U know Allah maha besar''
''Benar.. memang Allah meliputi segala ciptaanNya, karena Dia maha besar''
''Oke kalau gitu Dia tidak terikat ruang, karena Dia ada dimana2''
''Ya... Dia tidak terikat ruang dan waktu, bagi Allah seratus milyard tahun yang lalu dan seratus milyard tahun yang akan datang sama saja, kan Dia maha tahu''
''Good 3x... saya lebih yakin deh... Allah, ada, hanya satu, tidak terikat dimensi ruang, tidak terikat dimensi waktu....... en U sekarang musti bayar ini sarapan karena I lupa bawa dompet''
Si mahasiswa pun ngedumel......................
''Ach dasar otak professor, jangan2 udah sarapanpun lupa''
)☺(
Subscribe to:
Posts (Atom)
