HM. SAID TA'DDAGA
Tubuh tambun memakai sarung peci hitam membawa tongkat. Kesana kemari naik becak kecil becak makassar becak pribadi yang hanya cukup untuk dia saja. Maklum kursi pun banyak tidak muat menampung pantat dia. Memang dia super tambun. Haji seorang jago diskusi banyak ilmu. Seminggu minimal dua kali datang ketempatku kerja. Diskusi macam2 utamanya tentang penyakit yang dia derita. Hati2 dia banyak ilmu dari diskusi sana sini. Kalau anda dokter yang baru lulus bisa2 dilalap sama dia-ingatan dia sangat bagus dan suka membuat catatan2 kecil. Saya pernah diundang kerumahnya. Ternyata dia punya buku tamu yang harus diisi. Memang dia seorang yang teliti dan rapi. Aku baca tamu2 nya banyak pejabat dari daerah. Kabupaten. Propinsi. bahkan dari Pusat. Tak heran dia pernah jadi juara nasional kelompen capir. Waktu itu dia dapat penghargaan di istana merdeka Jakarta. Dari rumah dia punya obsesi harus bisa kencing di istana. Benar juga dia ingin melaksanakan keinginanya itu. Tapi bagaimana. Tempat wc pun dia tidak tahu. Dasar akal kancil maklum dia memang banyak akal. Dia panggil pengawal istana. " mas mas saya pengin kencing nii " Oh disana pak " wah saya tidak tahu mas. Saya kan orang pedalaman. Tolong diantar" Sesampai toilet sang pengawal mau kembali ke posnya. Mendadak haji bilang " sebentar mas. Saya ndak bisa kembali nanti " entah kenapa sang pengawal nurut saja. Dalam hati kecilnya haji bergumam " ku kerjai lu." Kapan lagi aku bisa kencing di istana. dikawal lagi. kaya pejabat aja.
Nah itulah keberhasilan dia yang tidak semua orang bisa. Dia keluar dari wc dengan senyum kemenangan. Melangkah tegap menikmati keberhasilannya dalam mewujudkan obsesinya. Sambil mengibas2kan sarungnya dia puas hajat sudah terbuang. Sang pengawalpun tetap sigap mengiringi dia.
Haji yang satu ini memang pandai hobby nya membaca. Sering dia pinjam buku2 kedokteran kepadaku. Yang tentu saja aku beri buku yang sifatnya ilmiah populer yang ringan2. Sangat cocok dia dan menghayati dia sebagai ketua KELOMpok PENdengar radio pembaCA koran dan PIRsawan tv. Pada waktu itu koran radio tv masih sarat pengetahuan tidak seperti sekarang isinya penuh gosip.dan berita2 murahan. Haji jago loby enak diajak bicara. Bagi anak kecil dia sebagai momok. Karena kalau mengantar undangan kepadanya pasti disuruh membacakan. Bagi kebanyakan anak kecil disana membaca masih merupakan hal yang menakutkan kalau mengaji okelah. Membaca latin nanti dulu. Haji memang berpikiran maju-dia mau anak2 di desanya menjadi orang pintar.karena dia sadar betul bahwa dengan banyak membaca orang bisa jadi pintar. Haji memang pintar akupun ditaklukkannya karena seringnya ber silaturahim aku jadi sangat dekat dengan dia dan masalah kesehatannya semuanya jadi gratis untuk dia. Mungkin untuk sebagian orang dia pelit tapi kepadaku tidak. Dia sangat loman padaku dia sering kirim macam2 kerumah.
Haji pernah membuat geger. waktu kampanye pemilu tahun 1977. Kebetulan dia di rekrut jadi jurkam salah satu parpol. Hati dia tidak cocok dengan parpol itu. Lagi2 akal kancil dia keluar. Waktu naik panggung baru mau pidato dia jatuh pingsan:) lagi2 haji. Orang2 se kecamatan geger heboh. Tanpa ngomong pun dia bisa berkampanye. Berita heboh kemana2 gaji pingsan. Orang mengira haji memilih parpol tersebut. Padahal tentang pilihan sesungguh nya. Wallahu alam.
Tahun 1981 aku tinggalkan desanya. Sekira tahun 85 beliau meninggalkan kita semua. Selamat jalan haji semoga engkau mendapat rahmat Allah dan diterima semua amal baikmu serta diampuni segala dosa2mu dan dosa2 kami yang kau tinggalkan.
Sunday, September 23, 2007
12. TARAWIH 1428 H
TAROWIH 1428 H.
Puasa mulai memasuki hari yang kesepuluh. Pintu rahmat sudah dibuka. Sore itu ada acara tarawih bersama di aula bung Hatta Rsud jombang. Acara dimulai dengan berbuka kemudian salat magrib berjamaah dan makan malam. Setelah selesai sesi pertama acara dilanjut salat isa dan tarawih bersama. Sebagai imam dipilih sejawat seorang radiolog yang juga ahli dalam bidang agama. Suaranya merdu dengan bacaan yang mantab.sehingga salat terasa nikmat dan ringan. Tidak terasa berat ataupun menjemukan. Surat yang dibaca cukup panjang2 namun sangat enak dan merasuk dihati. Dua rakaat pertama dibaca ayat yang memohon baiknya keturunan kita keturunan yang menyejukkan dan menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman. Pada dua rakaat yang kedua dibaca kalau mendapat musibah baca inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Di rakaat2 selanjutnya ada dibaca bahwa sesungguhnya jagad raya ini dicipta bukan sia2 tanpa tujuan. Tapi tentu saja sudah dirancang grand design nya dengan sangat cermat oleh sang maha pencipta.
Tarawih malam itu terawih yang sangat berkesan. Tentu saja di karenakan bacaan sang imam yang enak empuk mendayu masuk kekalbu. Salam ajib buat bung FARID AS SUDDEIS.:).
Puasa mulai memasuki hari yang kesepuluh. Pintu rahmat sudah dibuka. Sore itu ada acara tarawih bersama di aula bung Hatta Rsud jombang. Acara dimulai dengan berbuka kemudian salat magrib berjamaah dan makan malam. Setelah selesai sesi pertama acara dilanjut salat isa dan tarawih bersama. Sebagai imam dipilih sejawat seorang radiolog yang juga ahli dalam bidang agama. Suaranya merdu dengan bacaan yang mantab.sehingga salat terasa nikmat dan ringan. Tidak terasa berat ataupun menjemukan. Surat yang dibaca cukup panjang2 namun sangat enak dan merasuk dihati. Dua rakaat pertama dibaca ayat yang memohon baiknya keturunan kita keturunan yang menyejukkan dan menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman. Pada dua rakaat yang kedua dibaca kalau mendapat musibah baca inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Di rakaat2 selanjutnya ada dibaca bahwa sesungguhnya jagad raya ini dicipta bukan sia2 tanpa tujuan. Tapi tentu saja sudah dirancang grand design nya dengan sangat cermat oleh sang maha pencipta.
Tarawih malam itu terawih yang sangat berkesan. Tentu saja di karenakan bacaan sang imam yang enak empuk mendayu masuk kekalbu. Salam ajib buat bung FARID AS SUDDEIS.:).
Tuesday, September 18, 2007
11. Eyang PUTRI 1911~2004
IBUKU Pejuang sejati.
Tak terasa kami anak2 cucu cicit telah lebih 3 tahun ditinggal eyang putri almarhum ibunda.~ ibu SALBIAH binti Haji Sanusi.. Beliau wafat 06 sep 04.
Lahir di wingko tahun 1911. Beliau seorang yang gigih penuh perjuangan dalam hidupnya. PEJUANG SEJATI kata yang tepat untuk beliau.
Diawali pertempuran jaman Jepang. 1942an beliau harus meninggalkan Plaju tempat suami nya bekerja. Karena saat itu sedang berkecamuk perang dunia kedua. Ancaman invasi Jepang ke Indonesia semakin dekat. Dengan membawa 5 anak yang masih kecil2 dan barang bawaan yang cukup berat beliau pulang sendirian ke wingko. Jaman masih begitu sulit transportasi tidak selancar sekarang. Sesampai Wingko beliau harus menyekolahkan anak2nya. Beliau membimbing mendorong putra putri nya untuk sekolah yang pintar agar bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan bagi keluarga serta dirinya sendiri. Dengan ketabahan dan kegigihan beliau maka cita2 beliau pun terkabul. Bisa di bayangkan seandainya beliau bukan wanita berpikiran maju maka anak cucu beliau akan tetap tinggal sebagai petani di desa. Ekonomi yang pas2an tidak menyurutkan perjuangan beliau untuk mewujudkan keinginan beliau sampai2 makanpun beliau dibawah standart. Segalanya untuk putra putri beliau. Beliau inginkan putra putrinya menjadi orang yang terpandang dan bermartabat di lingkungan sekelilingnya. Eyang putri seorang religius. Setiap malam selalu bangun uuntuk solat tahajud. Puasa senin kamis selalu beliau laksanakan. Bila putra putri nya ujian sekolah beliau pun berpuasa. Pengalaman penulis mengatakan agak aneh. beliau sudah mengatakan kamu lulus padahal ujian belum di umumkan. Eyang memang seorang yang besar prihatinnya kalau tengah malam beliau sering mengelilingi rumah wingko tujuh kali sebagai tirakatnya. Beliau keras serta disiplin. Suka bicara serius dan memecahkan masalah. Jarang beliau bergurau. Setelah putra putri nya dewasa beliau tidak pernah marah paling hanya menangis kalau ada masalah yang tidak berkenan dihati beliau. Dan banyak diam Kenangan manis yang pernah penulis alami yakni ketika aku mau berangkat ujian SR.Beliau menyiapkan segala kebutuhanku. Beliau berpesan jangan lupa membaca bismillah kalau mau mengerjakan soal. Dan atas restu beliau semuanya berjalan lancar.
EYANG.. begitu semua anak cucu nya memanggil. Beliau begitu sayang kepada cucunya. Kepada mereka kalau sowan selalu diberikan uang sangu walau hanya seribu. Beliau menikmati betul kenakalan cucunya sewaktu masih kecil2.walau kadang menyusahkan tapi beliau dengan sabar memberi petuah2 kepada putra putri. Beliau selalu ber pesan ~ jaga solat mu nak dan kalau ibu sudah tiada kamu semua harus tetap guyup rukun.
Ada pepatah ~ kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah. Itu lah kasih sayang eyang yang tulus iklas kepada putra putri nya. Sungguh tidak sebanding apa yang bisa kita berikan kepada beliau dengan apa yang telah beliau berikan kepada kami putra putrinya.
Eyang. Terimakasih eyang berkat perjuanganmu kegigihanmu kami semua anak cucumu bisa menjadi orang yang bermartabat di negeri tercinta ini. Sesuai dengan cita2 eyang yang sangat luhur.
MemangTidak banyak orang yang berpikiran maju seperti eyang pada jamannya
jombang ramadan 2007.
Tak terasa kami anak2 cucu cicit telah lebih 3 tahun ditinggal eyang putri almarhum ibunda.~ ibu SALBIAH binti Haji Sanusi.. Beliau wafat 06 sep 04.
Lahir di wingko tahun 1911. Beliau seorang yang gigih penuh perjuangan dalam hidupnya. PEJUANG SEJATI kata yang tepat untuk beliau.
Diawali pertempuran jaman Jepang. 1942an beliau harus meninggalkan Plaju tempat suami nya bekerja. Karena saat itu sedang berkecamuk perang dunia kedua. Ancaman invasi Jepang ke Indonesia semakin dekat. Dengan membawa 5 anak yang masih kecil2 dan barang bawaan yang cukup berat beliau pulang sendirian ke wingko. Jaman masih begitu sulit transportasi tidak selancar sekarang. Sesampai Wingko beliau harus menyekolahkan anak2nya. Beliau membimbing mendorong putra putri nya untuk sekolah yang pintar agar bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan bagi keluarga serta dirinya sendiri. Dengan ketabahan dan kegigihan beliau maka cita2 beliau pun terkabul. Bisa di bayangkan seandainya beliau bukan wanita berpikiran maju maka anak cucu beliau akan tetap tinggal sebagai petani di desa. Ekonomi yang pas2an tidak menyurutkan perjuangan beliau untuk mewujudkan keinginan beliau sampai2 makanpun beliau dibawah standart. Segalanya untuk putra putri beliau. Beliau inginkan putra putrinya menjadi orang yang terpandang dan bermartabat di lingkungan sekelilingnya. Eyang putri seorang religius. Setiap malam selalu bangun uuntuk solat tahajud. Puasa senin kamis selalu beliau laksanakan. Bila putra putri nya ujian sekolah beliau pun berpuasa. Pengalaman penulis mengatakan agak aneh. beliau sudah mengatakan kamu lulus padahal ujian belum di umumkan. Eyang memang seorang yang besar prihatinnya kalau tengah malam beliau sering mengelilingi rumah wingko tujuh kali sebagai tirakatnya. Beliau keras serta disiplin. Suka bicara serius dan memecahkan masalah. Jarang beliau bergurau. Setelah putra putri nya dewasa beliau tidak pernah marah paling hanya menangis kalau ada masalah yang tidak berkenan dihati beliau. Dan banyak diam Kenangan manis yang pernah penulis alami yakni ketika aku mau berangkat ujian SR.Beliau menyiapkan segala kebutuhanku. Beliau berpesan jangan lupa membaca bismillah kalau mau mengerjakan soal. Dan atas restu beliau semuanya berjalan lancar.
EYANG.. begitu semua anak cucu nya memanggil. Beliau begitu sayang kepada cucunya. Kepada mereka kalau sowan selalu diberikan uang sangu walau hanya seribu. Beliau menikmati betul kenakalan cucunya sewaktu masih kecil2.walau kadang menyusahkan tapi beliau dengan sabar memberi petuah2 kepada putra putri. Beliau selalu ber pesan ~ jaga solat mu nak dan kalau ibu sudah tiada kamu semua harus tetap guyup rukun.
Ada pepatah ~ kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah. Itu lah kasih sayang eyang yang tulus iklas kepada putra putri nya. Sungguh tidak sebanding apa yang bisa kita berikan kepada beliau dengan apa yang telah beliau berikan kepada kami putra putrinya.
Eyang. Terimakasih eyang berkat perjuanganmu kegigihanmu kami semua anak cucumu bisa menjadi orang yang bermartabat di negeri tercinta ini. Sesuai dengan cita2 eyang yang sangat luhur.
MemangTidak banyak orang yang berpikiran maju seperti eyang pada jamannya
jombang ramadan 2007.
Monday, September 17, 2007
10. DJAMRODJI in memorium
Bp DJAMRODJI dlm kenangan.
Desa Wingkotinumpuk 4 jan 1988. Bp Djamrodji meninggalkan kita semua dalam usia 79 tahun. Beliau seorang pemegang prinsip yang kuat. Sehingga beliau banyak kawan tapi sekaligus banyak lawan.
Untuk anak keturunan nya beliau selalu berpesan
~ wa la tammutuna illa wa antum muslimun ~ dan janganlah se kali2 engkau mati kecuali dalam keadaan muslim.
Wasiat ini yang harus kita jaga kalau kita mengaku anak keturunan bp Dlamrodji. Karena apa. Beliau yakini betul bahwa ~ tidak ada agama yang di ridhoi Allah kecuali Islam..
Bp Djamrodji lahir 1 juni 1909 Ayah beliau ATMOWIDJOJO. Seorang Carik desa. Bersaudara 2 orang Taslimah dan Supiyah. Beliau menyunting gadis sedesa nya putri pak lurah. Salbiah binti H Sanusi. Setamat sekolah tehnik di jaman Belanda beliat merantau ke Sumatera menjadi pegawai Batavshe Petroleum Maskapij di Plaju. Sampai 1942 Jepang datang. pabrik di bombardir. Beliat dan teman2 nya pulang ke WINGKO dengan naik sepeda yang memakan waktu 1 bulan. Selanjutnya beliau ikut berjuang didalam Barisan Pelopor. Setelah merdeka menjadi pegawai Jawatan Penerangan. Hingga pensiun tahun 1968. Kalau dinas beliau naik sepeda unta laki2 merk Reliegh dengan topi polkah putih dan tas digantung di andang sepeda. Kalau pulang tak lupa membawa oleh2 satu kacang hijau dan bak pia untuk anak ragil nya. Kegemaran beliau membaca dan mengaji. Anak2 beliau ajari membaca al Quran. Beliau seorang yang suka ber diskusi dan terbuka kepada anak2 nya-beliau tanamkan betul ilmu tauhid kepada putra putri nya. Ada satu kejadian sewaktu wingko hujan deras dan dilanda angin ribut. Pohon kelapa disamping rumah condong kesana kemari. beliau lari ke pohon itu sambil takbir Allahu Akbar Allahu Akbar. Sampai ahirnya angin mereda dan selamat tidak ada pohon yang tumbang di rumah nya. Peristiwa lain lagi sewaktu cucunya main tidak pulang2 entah beliat an a Ee si anak pulang seperti anak bingung ber putar2 di pinggir sumur sampai habis magrib. Beliau dimasa pensiunnya menjadi imam masjid di wingko. Memang beliau banyak teman dan musuh tetapi sewakt beliau wafat banyak lawan politiknya yang datang melayat. Ahirnya dengan doa Robbanagh firli wali walidayya war harhuma kama robbayani saghiro.3x
Kita kenang bapak. eyang. buyut.canggah.wareng.udeg2.gantungsewur.
DJAMRODJI.
Desa Wingkotinumpuk 4 jan 1988. Bp Djamrodji meninggalkan kita semua dalam usia 79 tahun. Beliau seorang pemegang prinsip yang kuat. Sehingga beliau banyak kawan tapi sekaligus banyak lawan.
Untuk anak keturunan nya beliau selalu berpesan
~ wa la tammutuna illa wa antum muslimun ~ dan janganlah se kali2 engkau mati kecuali dalam keadaan muslim.
Wasiat ini yang harus kita jaga kalau kita mengaku anak keturunan bp Dlamrodji. Karena apa. Beliau yakini betul bahwa ~ tidak ada agama yang di ridhoi Allah kecuali Islam..
Bp Djamrodji lahir 1 juni 1909 Ayah beliau ATMOWIDJOJO. Seorang Carik desa. Bersaudara 2 orang Taslimah dan Supiyah. Beliau menyunting gadis sedesa nya putri pak lurah. Salbiah binti H Sanusi. Setamat sekolah tehnik di jaman Belanda beliat merantau ke Sumatera menjadi pegawai Batavshe Petroleum Maskapij di Plaju. Sampai 1942 Jepang datang. pabrik di bombardir. Beliat dan teman2 nya pulang ke WINGKO dengan naik sepeda yang memakan waktu 1 bulan. Selanjutnya beliau ikut berjuang didalam Barisan Pelopor. Setelah merdeka menjadi pegawai Jawatan Penerangan. Hingga pensiun tahun 1968. Kalau dinas beliau naik sepeda unta laki2 merk Reliegh dengan topi polkah putih dan tas digantung di andang sepeda. Kalau pulang tak lupa membawa oleh2 satu kacang hijau dan bak pia untuk anak ragil nya. Kegemaran beliau membaca dan mengaji. Anak2 beliau ajari membaca al Quran. Beliau seorang yang suka ber diskusi dan terbuka kepada anak2 nya-beliau tanamkan betul ilmu tauhid kepada putra putri nya. Ada satu kejadian sewaktu wingko hujan deras dan dilanda angin ribut. Pohon kelapa disamping rumah condong kesana kemari. beliau lari ke pohon itu sambil takbir Allahu Akbar Allahu Akbar. Sampai ahirnya angin mereda dan selamat tidak ada pohon yang tumbang di rumah nya. Peristiwa lain lagi sewaktu cucunya main tidak pulang2 entah beliat an a Ee si anak pulang seperti anak bingung ber putar2 di pinggir sumur sampai habis magrib. Beliau dimasa pensiunnya menjadi imam masjid di wingko. Memang beliau banyak teman dan musuh tetapi sewakt beliau wafat banyak lawan politiknya yang datang melayat. Ahirnya dengan doa Robbanagh firli wali walidayya war harhuma kama robbayani saghiro.3x
Kita kenang bapak. eyang. buyut.canggah.wareng.udeg2.gantungsewur.
DJAMRODJI.
9. Bulan Purnama di KALUKUE 1977
Bulan purnama di Kalukue
1977.
Baru tiga hari aku bekerja di Puskesmas. Malam itu bulan bundar penuh. Orang bilang bulan purnama.
Aku belum tidur. Agak aneh memang. Hari2 ini biasa hujan turun. Maklum bulan februari masih banyak hujan di propinsi ini. Sulawesi selatan. Namun malam itu cuaca agak baik. Sebentar bulan muncul tersenyum cerah dengan wajah cerah sebentar muram tertutup awam. Aku sedang duduk diteras. Menikmati udara malam. Kira2 jam setengah dua belasan. Aku amati sekelilingku disebelah kanan ada gedung puskesmas dan gedung koramil. Di sisi kiri ada dua rumah dinas perawat. Didepan rumah dinas ku terbentang sawah sampai sejauh 4 km kedepan. Juga masih didepan rumah membujur jalan makassar pare. Cukup mengerikan. Suasana sepi. Jalan keluar becek.
Dalam suasana yang begitu sepi saya lihat ada lampu sepeda motor belok masuk ke komplex puskesmas lalu menuju rumahku. Lo ada apa malam2 begini bertamu. Pikirku. Tahunya kenalan baruku yang ingin mengundang aku kerumahnya. Karena ada keluarganya yang sakit. Aku tidak bisa menolak undangan itu. Lalu aku panggil pesawat ku. Nurdin namanya-aku ajak dia menemaniku kerumah teman tadi. Ke KALUKUE nama dusun nya. Aku belum tahu dimana tempat dusun itu. Dengan naik motor dinas inpres suzuki A 100 yang masih gres aku dibonceng kesana. Setelah 2 km di jalan aspal belok kejalan makadam sejauh 3km. Baru kelihatan dukuh nya. Saat itu teman baruku tadi berhenti. Ada apa.. Pikirku. Setelah aku berhenti dia bilang." Pak maaf kita jalan kaki," E de de dee. Aku jalan kali lewat pematang sawah yang berlumpur. Aku tidak siap karena aku pakai sepatu kerja. Terpaksa sepatu di tenteng. Berjalan kira2 setengah km. Bulan tidak kompromi. Dia gelap bulan tertutup awan hujan turun rintik2
Sambil terus berjalan kedepan kali ter seok2 dalam lumpur. Ahirnya sampai juga kerumah penderita. Ternyata pasien nya sudah tua terbaring lemah. Aku mau kirim ke puskesmas tapi dia tidak mau. Terpaksa aku infus ditempat. Besok pagi nya perawatku aku suruh follow up.alhamdulillah baik-
Sewaktu pulang aku mau dibayar tapi aku tidak sampai hati melihat kehidupan pasien tadi. Jadi aku bebas kan. Paginya aku dikirimi degan 20 biji. Wah untk apa wong aku cuma berdua dg isteriku saja. Lalu aku bagikan ke pegawai2 ku.
Aku masih ingat peristiwa ini sampai kini 30 th kemudian. Aku masih terbayang ketenteraman desa KALUKUE yang bahasa indonesia nya berarti KELAPA.
1977.
Baru tiga hari aku bekerja di Puskesmas. Malam itu bulan bundar penuh. Orang bilang bulan purnama.
Aku belum tidur. Agak aneh memang. Hari2 ini biasa hujan turun. Maklum bulan februari masih banyak hujan di propinsi ini. Sulawesi selatan. Namun malam itu cuaca agak baik. Sebentar bulan muncul tersenyum cerah dengan wajah cerah sebentar muram tertutup awam. Aku sedang duduk diteras. Menikmati udara malam. Kira2 jam setengah dua belasan. Aku amati sekelilingku disebelah kanan ada gedung puskesmas dan gedung koramil. Di sisi kiri ada dua rumah dinas perawat. Didepan rumah dinas ku terbentang sawah sampai sejauh 4 km kedepan. Juga masih didepan rumah membujur jalan makassar pare. Cukup mengerikan. Suasana sepi. Jalan keluar becek.
Dalam suasana yang begitu sepi saya lihat ada lampu sepeda motor belok masuk ke komplex puskesmas lalu menuju rumahku. Lo ada apa malam2 begini bertamu. Pikirku. Tahunya kenalan baruku yang ingin mengundang aku kerumahnya. Karena ada keluarganya yang sakit. Aku tidak bisa menolak undangan itu. Lalu aku panggil pesawat ku. Nurdin namanya-aku ajak dia menemaniku kerumah teman tadi. Ke KALUKUE nama dusun nya. Aku belum tahu dimana tempat dusun itu. Dengan naik motor dinas inpres suzuki A 100 yang masih gres aku dibonceng kesana. Setelah 2 km di jalan aspal belok kejalan makadam sejauh 3km. Baru kelihatan dukuh nya. Saat itu teman baruku tadi berhenti. Ada apa.. Pikirku. Setelah aku berhenti dia bilang." Pak maaf kita jalan kaki," E de de dee. Aku jalan kali lewat pematang sawah yang berlumpur. Aku tidak siap karena aku pakai sepatu kerja. Terpaksa sepatu di tenteng. Berjalan kira2 setengah km. Bulan tidak kompromi. Dia gelap bulan tertutup awan hujan turun rintik2
Sambil terus berjalan kedepan kali ter seok2 dalam lumpur. Ahirnya sampai juga kerumah penderita. Ternyata pasien nya sudah tua terbaring lemah. Aku mau kirim ke puskesmas tapi dia tidak mau. Terpaksa aku infus ditempat. Besok pagi nya perawatku aku suruh follow up.alhamdulillah baik-
Sewaktu pulang aku mau dibayar tapi aku tidak sampai hati melihat kehidupan pasien tadi. Jadi aku bebas kan. Paginya aku dikirimi degan 20 biji. Wah untk apa wong aku cuma berdua dg isteriku saja. Lalu aku bagikan ke pegawai2 ku.
Aku masih ingat peristiwa ini sampai kini 30 th kemudian. Aku masih terbayang ketenteraman desa KALUKUE yang bahasa indonesia nya berarti KELAPA.
Friday, September 14, 2007
8. RSUD~JOMBANG 1985
RSU JOMBANG
1985 ~
Udara kering-panas debu2 jalan beterbangan. Siang itu aku memasuki halaman Rsud jombang. Bulan september 1985. Tidak ada yang menarik bagiku. Biasa2 saja. Aku mencari tahu dimana ruang direktur. Akui ingin menghadap beliau. Entah bagaimana aku di masukkan kesalah satu ruangan bos. Ternyata itu ruang kepala dinas kesehatan kab Jombang. Rupanya kantor kadinkes ada didalam lingkungan rumah sakit. Ketika itu dijabat oleh dr Soemarno Karsono. Aku dipersilahkan duduk. Orangnya kecil tapi ada kesan keras dan merkitik. Setelah berbasa basi aku segera menyampaikan maksud kedatanganku. Intinya ingin bekerja di rsu jombang. Ternyata beliau well come menerima dengan senang hati. Bahkan direktur rsu pun beliau panggil. Aku dikenalkan pada dr Sastera Kusuma sang direktur. Seorang tionghoa yang sangat ramah dan sederhana. Aku melihat duet keduanya sangat harmonis. Direktur pun menerima dengan tangan terbuka permohonanku tadi. Kemudian Aku diantar menghadap Bupati. Dengan mengendarai jeep willis putih jeep dinas kesehatan jombang kami menuju pendopo kabupaten. Bupatinya gagah berpakaian seragam putih habis melantik beberapa pejabat daerah. Beliau sangat ramah. Berbagai masalah beliau tanyakan kepadaku. Utamanya menyangkut bidang tht spesialisasiku. Sekitar 1 jam kami berbincang2. Ahirnya Aku diterima bekerja di rsud jombang.
Sampai sekarang aku bekerja disana. Banyak kenangan selama 22 tahun berkecimpung di rumah sakit yang megah untuk ukuran sebuah kabupaten ini.
Jombang sept 2007
mengenang ulang tahun dinasku
di rsud.
1985 ~
Udara kering-panas debu2 jalan beterbangan. Siang itu aku memasuki halaman Rsud jombang. Bulan september 1985. Tidak ada yang menarik bagiku. Biasa2 saja. Aku mencari tahu dimana ruang direktur. Akui ingin menghadap beliau. Entah bagaimana aku di masukkan kesalah satu ruangan bos. Ternyata itu ruang kepala dinas kesehatan kab Jombang. Rupanya kantor kadinkes ada didalam lingkungan rumah sakit. Ketika itu dijabat oleh dr Soemarno Karsono. Aku dipersilahkan duduk. Orangnya kecil tapi ada kesan keras dan merkitik. Setelah berbasa basi aku segera menyampaikan maksud kedatanganku. Intinya ingin bekerja di rsu jombang. Ternyata beliau well come menerima dengan senang hati. Bahkan direktur rsu pun beliau panggil. Aku dikenalkan pada dr Sastera Kusuma sang direktur. Seorang tionghoa yang sangat ramah dan sederhana. Aku melihat duet keduanya sangat harmonis. Direktur pun menerima dengan tangan terbuka permohonanku tadi. Kemudian Aku diantar menghadap Bupati. Dengan mengendarai jeep willis putih jeep dinas kesehatan jombang kami menuju pendopo kabupaten. Bupatinya gagah berpakaian seragam putih habis melantik beberapa pejabat daerah. Beliau sangat ramah. Berbagai masalah beliau tanyakan kepadaku. Utamanya menyangkut bidang tht spesialisasiku. Sekitar 1 jam kami berbincang2. Ahirnya Aku diterima bekerja di rsud jombang.
Sampai sekarang aku bekerja disana. Banyak kenangan selama 22 tahun berkecimpung di rumah sakit yang megah untuk ukuran sebuah kabupaten ini.
Jombang sept 2007
mengenang ulang tahun dinasku
di rsud.
Thursday, September 13, 2007
Dokter Inpres 1977~1980
Dokter inpres
1977~1980
Setelah berjuang selama 6 th 8 bln di fk ugm. ahirnya aku lulus sebagai dokter. Aku dilantik pada hari sabtu 2 okt 1976. Ada 9orang mahasiswa yang lulus tercepat dari 125 mahasiswa angkatan 1970. Aku termasuk didalamnya. Alhamdulillah. Plong rasanya bagai lepas dari himpitan beban yang sangat berat.
Selesai pelantikan aku bingung mau kemana. Tak ber selang lama datang panggilan masuk wamil alias wajib militer. Wah jiwaku berontak. Aku suka bebas tidak senang dengan kehidupan disiplin militer. Karenanya aku cepat2 melamar jadi dokter inpres. Untuk menghindari wamil aku segera lapor ke Depkes. Disana aku menjalani tes mengenai ke orde baru an dan aku dinyatakan lulus. Selanjutnya Aku minta ditempatkan di Sulawesi selatan. Mula nya aku ingin di Bali. Tapi saat itu Jawa dan Bali tertutup bagi dokter baru kecuali mempunyai anak 3 atau isteri mahasiswa tingkat ahir.
Dengan tekad bulat aku berangkat ke Ujungpandang bersama isteri ku. Aku mencoba mengarungi hidup dirantau orang. Dengan pesawat Garuda aku berangkat. lewat semarang dan transit di surabaya.
Se umur2 aku baru pertama ini naik pesawat. Ada kejadian lucu yang memalukan bak kabayan saba kota. Waktu itu di pesawat dibagikan kopi. Aku pikir kaya kopi di rumah paman. Aku sruput... . walah pahiiit... Hi hi hi aku geli setelah kutahu gulanya ada didalam bungkusan kertas kecil. Dasar kamso tapi biarlah jadi kenangan naik pesawat yang pertama.
Sampai lapangan Mandai hujan lebat dari atas nampak tambak2 terendam banjir. Aku ragu nanti harus kemana. Aku belum punya tujuan. Untung lah setelah mendarat aku berkenalan dengan bapak Suryanto seorang tionghoa yang baik hati. Dia mencarikan aku penginapan semacam rumah yang di sewa kan. Guest house lah kira2 gitu. Aku menginap 2 malam disana. Semalam 5 ribu rupiah setara 3 gram emas.
Hari senen saya menghadap kakanwil depkes sulsel bapak dr Tadjuddin chalid MPH. Orangnya baik sekali aku akan selalu mengingat kebaikan beliau kepadaku. Setelah satu minggu di ujungpandang, oleh beliau aku di tempatkan di kabupaten Pangkep. 50 km utara makassar Cuaca masih kurang menguntungkan. Sampai di pangkep hujan deras terus mengguyur.. Saat itu sungai besar ditengah kota banjir jembatannya roboh. Hingga aku belum bisa mencapai puskesmas tempatku bertugas. Seminggu kemudian baru aku bisa pindah tinggal ditempat tugasku PUSKESMAS kec MA' RANG. Puskesmas itu terletak diatas bonto / bukit kecil diantara dua desa. Desa Bonto marana di utara dan Talakka di sebelah selatan. Menghadap ke jalan raya jurusan makassar pare. Kecamatan Ma rang meliputi 4 desa yakni Talakka ~ bonto marana ~ bonto manai dan padang lampe dengan jumlah penduduk 22 ribu jiwa. Penduduknya islami. Dan sangat familier.
Hari pertama bekerja. Puskesmas segera aku benahi. Baik masalah administrasi pelayanan maupun tata ruang. Kebetulan ada ruangan yang agak besar aku jadikan ruang perawatan. Daerah itu kalau musim kemarau tiba selalu terjadi ledakan wabah muntaber. Luar biasa hebatnya. Untung cairan infus di puskesmas cukup. Sehingga tidak banyak korban meninggal. Begitu ganasnya pagebluk ini. Pagi kena sore mati. Sore sakit pagi mati. Aku sampai takut sendiri. Setiap pulang dari tugas Pusling aku minum tetra 2 biji. He ilmu ne sopo iku. Yo mbuh saking wedi ne
Setiap hari selasa aku melakukan kunjungan ke desa2. Memberikan penyuluhan2.Sebenarnya proyek jamban keluarga sudah jalan tapi malah mereka gunakan untuk menyimpan kayu bakar dan lain2. Maklum kalau hujan banjir kalau kemarau tidak ada air. Mereka bisa mencari mengambil air sampai 3~4 km. Dibelakang rumah dinasku ada sumur yang tak pernah kering. Kalau kemarau tidak pernah sepi. Sampai 24 jam non stop orang2 menimbanya. Pengalaman unik aku alami selama aku tugas di puskesmas. Suatu ketika ada pasien yang pantatnya tidak tembus jarum suntik. Ternyata dia menggembol benda semacam jimat setelah di lepas baru bisa ditusuk. .Ada lagi peristiwa lain yang aku selalu ingat. Sewaktu aku melakukan pengobatan massal tiba2 ada orang yang dikejar2 pakai badik menerobos ke kerumunan pasien. Spontan aku dan pasien2 berhamburan. Untung tidak terjadi korban. Pihak yang berkelahi bisa di ditenangkan oleh kepala desa. Peristiwa badik menbadik seperti itu merupakan hal biasa terjadi di daerah ini. Pernah ada pasien yang berlari ke puskesmas dengan memegangi usus nya yang terhambur keluar perut. Kulihat perdarahan tidak terlalu banyak. Usus aku tutup dengan kasa steril dan kirim ke Rsu Ujungpandang. Tiga tahun aku di puskesmas. Tahun pertama semangat dan idealis ku sangat tinggi. Walau gaji hanya 22.500 ripis. Setelah tahun ketiga aku mulai jenuh. Aku melamar melanjutkan study ke bagian Tht fk ugm.
Sambil menunggu panggilan aku di tempatkan sebagai direktur RS Kab Pangkep. Sampai ahirnya medio 1981 aku diterima. Aku kembali ke jogja. Memulai babak kehidupan baru sebagai residen tht di fk ugm.
1977~1980
Setelah berjuang selama 6 th 8 bln di fk ugm. ahirnya aku lulus sebagai dokter. Aku dilantik pada hari sabtu 2 okt 1976. Ada 9orang mahasiswa yang lulus tercepat dari 125 mahasiswa angkatan 1970. Aku termasuk didalamnya. Alhamdulillah. Plong rasanya bagai lepas dari himpitan beban yang sangat berat.
Selesai pelantikan aku bingung mau kemana. Tak ber selang lama datang panggilan masuk wamil alias wajib militer. Wah jiwaku berontak. Aku suka bebas tidak senang dengan kehidupan disiplin militer. Karenanya aku cepat2 melamar jadi dokter inpres. Untuk menghindari wamil aku segera lapor ke Depkes. Disana aku menjalani tes mengenai ke orde baru an dan aku dinyatakan lulus. Selanjutnya Aku minta ditempatkan di Sulawesi selatan. Mula nya aku ingin di Bali. Tapi saat itu Jawa dan Bali tertutup bagi dokter baru kecuali mempunyai anak 3 atau isteri mahasiswa tingkat ahir.
Dengan tekad bulat aku berangkat ke Ujungpandang bersama isteri ku. Aku mencoba mengarungi hidup dirantau orang. Dengan pesawat Garuda aku berangkat. lewat semarang dan transit di surabaya.
Se umur2 aku baru pertama ini naik pesawat. Ada kejadian lucu yang memalukan bak kabayan saba kota. Waktu itu di pesawat dibagikan kopi. Aku pikir kaya kopi di rumah paman. Aku sruput... . walah pahiiit... Hi hi hi aku geli setelah kutahu gulanya ada didalam bungkusan kertas kecil. Dasar kamso tapi biarlah jadi kenangan naik pesawat yang pertama.
Sampai lapangan Mandai hujan lebat dari atas nampak tambak2 terendam banjir. Aku ragu nanti harus kemana. Aku belum punya tujuan. Untung lah setelah mendarat aku berkenalan dengan bapak Suryanto seorang tionghoa yang baik hati. Dia mencarikan aku penginapan semacam rumah yang di sewa kan. Guest house lah kira2 gitu. Aku menginap 2 malam disana. Semalam 5 ribu rupiah setara 3 gram emas.
Hari senen saya menghadap kakanwil depkes sulsel bapak dr Tadjuddin chalid MPH. Orangnya baik sekali aku akan selalu mengingat kebaikan beliau kepadaku. Setelah satu minggu di ujungpandang, oleh beliau aku di tempatkan di kabupaten Pangkep. 50 km utara makassar Cuaca masih kurang menguntungkan. Sampai di pangkep hujan deras terus mengguyur.. Saat itu sungai besar ditengah kota banjir jembatannya roboh. Hingga aku belum bisa mencapai puskesmas tempatku bertugas. Seminggu kemudian baru aku bisa pindah tinggal ditempat tugasku PUSKESMAS kec MA' RANG. Puskesmas itu terletak diatas bonto / bukit kecil diantara dua desa. Desa Bonto marana di utara dan Talakka di sebelah selatan. Menghadap ke jalan raya jurusan makassar pare. Kecamatan Ma rang meliputi 4 desa yakni Talakka ~ bonto marana ~ bonto manai dan padang lampe dengan jumlah penduduk 22 ribu jiwa. Penduduknya islami. Dan sangat familier.
Hari pertama bekerja. Puskesmas segera aku benahi. Baik masalah administrasi pelayanan maupun tata ruang. Kebetulan ada ruangan yang agak besar aku jadikan ruang perawatan. Daerah itu kalau musim kemarau tiba selalu terjadi ledakan wabah muntaber. Luar biasa hebatnya. Untung cairan infus di puskesmas cukup. Sehingga tidak banyak korban meninggal. Begitu ganasnya pagebluk ini. Pagi kena sore mati. Sore sakit pagi mati. Aku sampai takut sendiri. Setiap pulang dari tugas Pusling aku minum tetra 2 biji. He ilmu ne sopo iku. Yo mbuh saking wedi ne
Setiap hari selasa aku melakukan kunjungan ke desa2. Memberikan penyuluhan2.Sebenarnya proyek jamban keluarga sudah jalan tapi malah mereka gunakan untuk menyimpan kayu bakar dan lain2. Maklum kalau hujan banjir kalau kemarau tidak ada air. Mereka bisa mencari mengambil air sampai 3~4 km. Dibelakang rumah dinasku ada sumur yang tak pernah kering. Kalau kemarau tidak pernah sepi. Sampai 24 jam non stop orang2 menimbanya. Pengalaman unik aku alami selama aku tugas di puskesmas. Suatu ketika ada pasien yang pantatnya tidak tembus jarum suntik. Ternyata dia menggembol benda semacam jimat setelah di lepas baru bisa ditusuk. .Ada lagi peristiwa lain yang aku selalu ingat. Sewaktu aku melakukan pengobatan massal tiba2 ada orang yang dikejar2 pakai badik menerobos ke kerumunan pasien. Spontan aku dan pasien2 berhamburan. Untung tidak terjadi korban. Pihak yang berkelahi bisa di ditenangkan oleh kepala desa. Peristiwa badik menbadik seperti itu merupakan hal biasa terjadi di daerah ini. Pernah ada pasien yang berlari ke puskesmas dengan memegangi usus nya yang terhambur keluar perut. Kulihat perdarahan tidak terlalu banyak. Usus aku tutup dengan kasa steril dan kirim ke Rsu Ujungpandang. Tiga tahun aku di puskesmas. Tahun pertama semangat dan idealis ku sangat tinggi. Walau gaji hanya 22.500 ripis. Setelah tahun ketiga aku mulai jenuh. Aku melamar melanjutkan study ke bagian Tht fk ugm.
Sambil menunggu panggilan aku di tempatkan sebagai direktur RS Kab Pangkep. Sampai ahirnya medio 1981 aku diterima. Aku kembali ke jogja. Memulai babak kehidupan baru sebagai residen tht di fk ugm.
Subscribe to:
Posts (Atom)
